Berita Trenggalek
Promosikan Batik Canting Khas Trenggalek, Novita Hardini Ajak Pembatik Blusukan di Pasar Tanah Abang
Untuk mempromosikan batik tulis canting khas Trenggalek, Novita Hardini mengajak pembatik tulis blusukan di Pasar Tanah Abang.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tahun 1980-an, batik asal Trenggalek sempat merambah berbagai wilayah. Bahkan hingga ke luar Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan.
Ketika krisis moneter 1997-1998, perkembangan batik tulis di Kabupaten Trenggalek sempat drop. Industrinya pun turut tertekan.
Baru sekitar tahun 2000-an, industri tersebut kembali menggeliat.
Hal itu ditandai dengan mulai munculnya kembali pembatik-pembatik baru. Mereka rutin memamerkan produk buatannya ke berbagai daerah lewat pameran yang digelar pemerintah maupun swasta.
Saat batik ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco pada 2009, industri batik di Kabupaten Trenggalek seperti terbangun dari tidur panjang.
Para pembatik mulai mencurahkan ide memunculkan motif-motif baru yang kini dikenal sebagai ciri khas batik Trenggalek.
Ada beberapa motif batik khas Trenggalek yang dikenal luas, setidaknya oleh masyarakat sekitar.
Satu di antaranya yang paling terkenal adalah motif bunga cengkeh. Motif ini diambil dari komoditas cengkeh yang merupakan produksi perkebunan utama di wilayah pegunungan di Trenggalek.
Data Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek menyebutkan, jumlah pembatik di Kabupaten Trenggalek yang masih aktif hingga saat ini sekitar 35 orang.
Ada enam rumah produksi batik yang masih eksis hingga kini.
Mereka mengembangkan berbagai motif yang menjadi ciri khas masing-masing.
Motif-motif itu di antaranya parang dan lereng, junjung derajat, parang truntum, parang andini, dan anggrek bulan/andini bulan.
Selain itu, ada belasan motif lain dengan ciri khas masing-masing. Keseluruhannya adalah motif yang terinspirasi dari alam.
"Motif batik bunga cengkeh tetap dipertahankan sebagai salah satu yang khas, karena memang telah menjadi identitas batik Trenggalek. Selain juga motif batik turonggo yakso, yang terinspirasi dari kesenian jaranan khas Trenggalek," pungkas Novita.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Kumpulan berita seputar Trenggalek