Kecelakaan Bus Maut di Tol Sumo

Reka Ulang Kecelakaan Maut Bus Tol Sumo, Ada Momen Ambil Alih Kemudi Sampai Sopir Terpental 20 Meter

Penyidik Satlantas Polres Mojokerto Kota melakukan reka ulang adegan kecelakaan maut bus pariwisata yang mengakibatkan 16 korban meninggal di KM712.40

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Mohammad Romadoni
Tersangka Ade Firmansyah sopir bus maut saat memperagakan reka ulang adegan kecelakaan maut bus pariwisata yang mengakibatkan 16 korban meninggal di KM712.400/A Tol Surabaya-Mojokerto. 

Setelah kecelakaan itu sopir bus utama Ahmad Ari Ardiyanto terbangun dan menarik sling kawat untuk membuka pintu bagasi dari dalam.

Saksi kemudian berjalan dari sisi kanan kendaraan menghampiri tersangka Ade Firmansyah yang saat itu dalam kondisi terluka akibat terlempar dari dalam bus saat kejadian kecelakaan.

"Saksi membuka bagasi melihat Ade terlempar dan baru dia sadar telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal," terangnya.

Reka ulang adegan perkara kecelakaan maut bus pariwisata di Tol Mojokerto juga melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto dan kuasa hukum tersangka Ade Firmansyah.

Kasi Pidum Kota Mojokerto, Ferdi Ferdian Dwirantama mengatakan rekontruksi mulai dari pemberangkatan, ke wisata Dieng kemudian hingga istirahat sopir tertidur di Rest Area Wilangan, Saradan dalam perjalanan pulang.

"Reka ulang sudah sesuai dengan berkas perkara yang tujuannya untuk memperjelas tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka dan atas pengetahuan saksi,  membantu memberi keyakinan pada penyidik sekaligus mengukir kebenaran keterangan tersangka dan saksi," bebernya.

Ferdi menyebut hasil reka ulang adegan perkara kecelakaan bus di Tol Mojokerto ini untuk melengkapi berkas perkara yang akan dilimpahkan ke Kejari Kota Mojokerto.

"Pelimpahan berkas secepatnya nanti juga (Penyidik) melibatkan saksi ahli kita akan segera proses hingga ke persidangan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, tersangka Ade Firmansyah (29) sopir bus PO Ardiansyah yang terlibat kecelakaan maut di Tol Surabaya-Mojokerto hingga merenggut 16 korban meninggal pada Senin (16/5/2022) bakal terancam hukuman maksimal.

Sesuai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang telah diterima Kejaksaan Kota Mojokerto dari penyidik Satlantas Polres Mojokerto Kota atas nama tersangka Ade Firmansyah warga Kelurahan Sememi, Benowo, Surabaya.

Tersangka Ade Firmansyah disangkakan Pasal 311 ayat 5 Subsider pasal 310 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2029 tentang lalu lintas dan angkutan jalan ancaman hukuman 12 tahun dan atau denda Rp.24 juta Subsider pasal 310 ayat 4 ancaman enam tahun hukuman penjara dan atau denda Rp.12 juta

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved