Berita Tuban

Peternak di Tuban Kian Ketar-ketir Hadapi Wabah PMK yang Menyerang Ternak, Sejumlah Sapi Mati

Peternak di Tuban kian ketar-ketir menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, sejumlah sapi dinyatakan mati.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/M Sudarsono
Pemeriksaan penyakit mulut dan kuku pada sapi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Tuban di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, Minggu (5/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Kabupaten Tuban kian meluas. 

Hingga kini, sudah ada ribuan sapi yang terpapar virus tersebut. 

Kondisi ini membuat peternak kian cemas, mengingat penyebaran sudah meluas di 19 dari 20 kecamatan. 

"Kita khawatir dengan adanya PMK yang penyebarannya meluas," kata Kasmad (48), peternak di Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Tuban, Rabu (8/6/2022). 

Ia menjelaskan, empat ekor sapi miliknya sudah sekitar satu mingguan terpapar PMK dan telah dipanggilkan dokter hewan untuk diobati. 

Namun ia harus menelan kenyataan pahit, karena satu sapinya yang terpapar PMK mati. 

Upaya untuk penyembuhan juga sudah dilakukan sebagai bentuk ikhtiar, meski akhirnya gagal. 

"Dari empat ekor sapi yang terserang PMK, satu ekor sapi mati pada 6 Juni kemarin dan telah dikubur. Kita berharap pemkab serius menangani masalah ini," ucapnya. 

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Tuban pada Selasa (7/6/2022), tercatat kasus kumulatif hewan ternak sapi yang terpapar PMK sebanyak 1.911 ekor. 

Rinciannya, sapi dalam kondisi sakit 1.817 ekor, 6 ekor mati dan sembuh 88 ekor sapi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Tuban

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved