Berita Gresik
Perjuangan Warga Perumahan Green Garden Gresik, Bertahun-tahun Minta Makam dan Masjid
Warga Perumahan Green Garden Gresik melakukan protes ke pengembang. Mereka menuntut agar segera dibangun masjid, dan dibuatkan makam.
Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga Perumahan Green Garden, Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas, Gresik protes ke pengembang akibat tidak disediakan makam dan tempat Ibadah, Selasa (21/6/2022).
Warga protes dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'Perumahan Green Garden Belum Punya Masjid dan Belum Punya Makam'. Aksi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang melintas di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas depan Icon Mall Gresik.
Permasalahannya, perumahan elit depan RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik yang sudah dikembangkan selama puluhan tahun tersebut belum menyerahkan fasilitas umum (fasum) makam dan belum membuatkan masjid. Tempat ibadah yang ada baru musala, sehingga untuk solat Jumat warga harus keluar komplek perumahan.
“Sudah bertahun-tahun warga meninggal masih beli lahan untuk makam. Ketika ada yang meninggal dunia terpaksa memakamkan jenazah ke pemakaman umum milik desa lain,” kata Sholihah, Koordinator Jamaah Pengajian Ibu-ibu Perum Green Garden.
Baca juga: 5 Tahun Ditunggu Tak Kunjung Dibangun, Warga Ngeluruk Kantor Perumahan di Situbondo: Capek Dijanji
Selain itu, ketika sholat jumat, ibu-ibu terpaksa mengantarkan anaknya untuk ke masjid di luar komplek. Sebab, tidak ada masjid untuk jamaah 140 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Perumahan Green Garden. Sedangkan Mushola yang ada akan terdampak pelebaran jalan Tol.
“Kasihan ibu-ibu, kalau salat Jumat mengantarkan anaknya le masjid untuk jumatan. Ada yang di Kantor Pemda dan masjid sekitarnya,” imbuhnya.
Terpisah, Direktur PT Raya Bumi Nusantara Permai (RBNP) selaku pengembang Icon Apartemen, David Y mengatakan, permasalahan lahan pemakaman warga penghuni perumahan saat ini masih dalam proses penentuan lokasi.
“Untuk makam sedang dikoordinasikan dengan pak lurah. Lagi cari-cari lahan dan sudah ada beberapa pilihan. Sebetulnya makam berada di block C3 belakang, tetapi warga menolak, sebab ada yang takut berdekatan dengan makam. Makanya, kami dari pihak pengembang berkordinasi dengan lurah setempat untuk mencari lahan,” kata David.
Selain itu, dari permasalahan fasum tersebut pihak perusahaan pengembang PT RBNT berencana merubah denah perumahan untuk mencari penyelesaian jangka panjang. “Karena perubahan denah ini untuk perubahan jangka panjang, agar penghuni nyaman dan aman,” katanya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/makam-warga-perumahan-green-garden-menuntut-kepada-pengembang.jpg)