Berita Jatim

Dollar Sudah Tembus Rp 15 Ribu, Pakar Ekonomi Unair Minta Masyarakat Tenang: Tak Perlu Panik

Meski dollar sudah tembus Rp 15 ribu, namun pakar ekonomi Unair masih meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/Fikri Firmansyah
Ekonom Universitas Airlangga, Dr Imron Mawardi SP MSi, meminta masyarakat tetap tenang meski dollar semakin melambung 

Laporan watrtawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Beberapa waktu terakhir masyarakat tanah air dihebohkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp 15.000.

Terdapat kekhawatiran masyarakat akan potensi krisis atau bahkan runtuhnya ekonomi Indonesia seperti yang terjadi pada negara Sri Lanka.

Kendati demikian, menurut pakar ekonomi dari Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Imron Mawardi SP MSi, masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu panik.

"Tidak perlu panik, karena mengingat masih banyaknya faktor penunjang yang membuat perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah melemahnya rupiah terhadap dollar AS.Kalau menurut saya angka 'satu dollar' ke 15.000 rupiah ini ya hanya soal keseimbangan saja. Saya kira tidak perlu dikhawatirkan, karena disisi yang lainnya kita masih memiliki cadangan devisa yang besar,” ujar Dr Imron. Rabu (13/7/22) di Surabaya.

Lebih lanjut ia juga memaparkan, meski rupiah melemah, namun masih harus bersyukur karena saat ini cadangan devisa Indonesia sangat besar, yakni mencapai 150 Miliar dolar AS (USD) sehingga masih aman untuk belanja impor demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: Momentum Peringatan Harkopnas, Politisi PDIP Sebut Kebangkitan Ekonomi Bisa Manfaatkan Koperasi

Kondisi tersebut, tentunya, berbeda jauh dengan negara Sri Lanka yang hanya memiliki cadangan devisa 50 juta USD sehingga negara tersebut tidak mampu lagi mengimpor kebutuhan. Sekalipun itu kebutuhan pokok seperti Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Dengan adanya cadangan yang besar ini pun, ternyata masih membuat rupiah kita menyentuh angka Rp 15.000, tidak bisa dibayangkan kalau ketahanan devisa kita itu rendah maka dipastikan dollar akan jatuh lebih dalam dibanding keadaan saat ini,” paparnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved