Berita Malang

Bos SPI Batu Julianto Eka Putra Divonis 12 Tahun Penjara, Hotma Sitompul: Kami Ajukan Banding

Sidang perkara dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu dengan agenda pembacaan putusan, selesai digelar di Pengadilan Neger

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Suasana ruang sidang Cakra PN Malang usai jalannya persidangan dengan agenda pembacaan putusan SPI Batu, Rabu (7/9/2022). Di dalam sidang ini, terdakwa bos SPI Batu Julianto Eka Putra divonis 12 tahun penjara 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sidang perkara dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu dengan agenda pembacaan putusan, selesai digelar di Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang), Rabu (7/9/2022) siang.

Sidang digelar di Ruang Sidang Cakra PN Malang dan dilakukan secara terbuka. Sidang dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.35 WIB.

Di dalam sidang ini, terdakwa Julianto Eka Putra (inisial JE) mengikuti jalannya persidangan secara virtual dari Lapas Kelas I Malang.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim, Harlina Rayes menyatakan bahwa terdakwa JE terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melanggar Pasal 81 ayat (2) UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Oleh karena itu, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 12 tahun dengan denda Rp 300 juta. Dengan ketentuan, apabila tidak bisa membayar denda maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," ujarnya di dalam persidangan.

Baca juga: Sidang JE Pendiri SPI Batu Diwarnai Selebaran Misterius, Arist Merdeka Sirait Beri Respons Tertawa

Selain vonis penjara, terdakwa JE juga diharuskan membayar restitusi kepada korbannya yang berinisial SDS, sebesar Rp 44.744.623.

"Dengan ketentuan, apabila terdakwa tidak membayar restitusi paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk membayar restitusi. Dengan ketentuan, dalam hal terdakwa tidak memiliki harta yang mencukupi untuk membayar restitusi, maka diganti pidana kurungan selama satu tahun," bebernya.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum terdakwa JE, Hotma Sitompul langsung mengajukan banding atas putusan tersebut.

"Kami keberatan dengan putusan majelis hakim. Dan kami mengajukan banding atas putusan ini," terangnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batu, Yogi Sudarsono mengungkapkan, pihaknya masih pikir-pikir atas putusan tersebut.

"Kami menghormati terhadap putusan majelis hakim. Kami diberi waktu selama tujuh hari, nanti kita pelajari dulu," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved