Berita Sidoarjo

Nasib Pilu Wanita Sidoarjo Korban Bujuk Rayu Oknum Polisi, Kini Sudah Lahirkan Anak Pertama

Kasus bujuk rayu oknum polisi yang berdinas di Polres Musi Rawas Polda Sumsel, DN, terhadap RA, perempuan cantik asal Kabupaten Sidoarjo

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
Drug Center
Ilustrasi wanita Sidoarjo dihamili oknum polisi beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Kasus bujuk rayu oknum polisi yang berdinas di Polres Musi Rawas Polda Sumsel, DN, terhadap RA, perempuan cantik asal Kabupaten Sidoarjo, kini memasuki babak baru.

RA yang sebelumnya hamil 8 bulan, baru saja melahirkan putri pertamanya secara prematur pada Agustus 2022. Hasil buah cintanya dengan DN itu dia beri nama RAN

Dirinya tengah memfokuskan untuk menindak lanjuti pelaporan kasusnya dengan menjerat pelaku berupa pasal kode etik di Mabes Polri. Disamping itu, RA terus berkonsultasi lagi dengan Kuasa Hukumnya, Lia Istifhama.

"Saya membahas bersama tim kuasa hukum untuk pelaporan pidum dan perdatanya yang berkaitan dengan UU Perlindungan anak. Karena di sini korbannya adalah PR dan DN," ujarnya, Minggu (11/9/2022).

Saat ini, lanjut dia bersama tim kuasa hukumnya mengumpulkan bukti bukti yang bisa dijadikan UU perlindungan anak. Supaya menguatkan bukti yang sebelumnya

Sejauh ini, dirinya siap untuk melakukan Tes DNA guna membuktikan bahwa RAN adalah anak biologis DN

"Untuk pelaporan Pidum di Polda Jatim Ini masih diproses. Polda Jatim butuh bukti bukti lagi untuk dikroscek ke Polsek Musi Rawas dan Polda Sumsel disesuaikan dengan pengakuan yang bersangkutan," ungkapnya.

Baca juga: Dihamili Mantan Pacar, Remaja 14 Tahun di Lamongan Lapor Polisi Didampingi Suami

Menurutnya, sampai saat ini DN pun masih ingkar janji soal legalitas akte Ratu. Serta nafkah yang diberikan hanya isapan jempol. Maka dari itu Rully dan tiam kuasa hukum telah bersurat yang berisi permohonan mediasi demi anak, kepada Kapolres melalui kuasa hukumnya. Sampai saat dia belum menerima jawaban.

"Karena dari situ ada UU perlindungan anak, dan sekali lagi kapolresnya menekankan bahwa ini adalah ranah pribadi, itu yang saya sesalkan. Ini adalah anggota beliau, masih berdinas di bawah kepemimpinannya," ucapnya.

Dirinya juga menceritakan, DN pun menjelaskan kepada Rully kalau dirinya mendapatkan ancaman dari istri sahnya yang berinisial DMU, perawat di RSMH Palembang. Apabila DN tetap berhubungan dan mengurus akte untuk Ratu.

"Sudah jelas punya istri tapi menikah lagi. Otomatis tanggung jawab institusi juga. Ini tidak boleh lepas tangan. Apalagi menyangkut anak yang tidak bersalah," sambung Rully.

Disinggung soal perawatan anak, Rully menyebut tidak ada biaya yang ia terima sama sekali dari DN. Hanya dikirim untuk biaya persalinan saja.

"Bahkan untuk jalannya persidangan yang digelar di Polres Musi Rawas, saya tidak mendapatkan informasi terkait jadwal sidang atau pun undangan sama sekali, tidak . Padahal, Mabes Polri sudah mengarahkan untuk kode etik," keluhnya.

Dia sempat dipanggil oleh Polresta Sidoarjo lewat Kasi Propam untuk menanyakan hal tersebut kepada penyidik Polda Sumsel.

"Ternyata saya berhak sebagai pelapor mendapatkan informasi atau undangan jadwal sidang. Sama juga yang diutarakan Biro Waprov Mabes Polri. Tapi Kapolres Musi Rawas bilang ke media saya tidak wajib mengetahui jadwal sidang. Ini tidak sesuai dengan keterbukaan informasi," tuntas Rully.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved