Berita Terpopuler

VIRAL TERPOPULER: Sosok dan Ciri Fisik Hacker Bjorka - Pengakuan Pembunuh Asli Brigadir J

3 berita viral terpopuler Selasa 20/9/2022 TribunJatim.com: sosok dan ciri-ciri fisik Bjorka - pengakuan dari pembunuh asli Brigadir J.

Editor: Hefty Suud
Kolase Twitter @bjorkanism - Tribunnews
Bocor sosok dan ciri-ciri fisik asli di balik identitas Bjorka. - Pengakuan dari pembunuh asli Brigadir J yang ditunjuk sebelum Bharada E. 

Baca selengkapnya

3. Dampak Kenaikan Harga BBM, Pakar Sosiologi Unair Surabaya: Bukan Tidak Mungkin Ada Orang Miskin Baru

Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi menanggapi tentang dampak kenaikan harga BBM. Menurutnya kebijakan ini akan menghadirkan orang miskin baru, Senin (19/9/2022).
Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi menanggapi tentang dampak kenaikan harga BBM. Menurutnya kebijakan ini akan menghadirkan orang miskin baru, Senin (19/9/2022). (Istimewa/TribunJatim.com)

Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi resmi mengalami kenaikan pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Kenaikan komoditas tersebut memicu gelombang protes yang masif dari berbagai kalangan masyarakat. Demo dan seruan aksi masih banyak digelar di berbagai tempat.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi, menyebutkan, fenomena tersebut lumrah terjadi.

Ia melihat, pemerintah sudah memahami hal tersebut dengan baik, termasuk dampak sosial dari keputusan yang tidak populer tersebut.

“Efek domino kenaikan harga BBM ini kan memicu juga rentetan kenaikan barang kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat. Jadi wajar kalau muncul kekhawatiran dan ketidakpuasan kalau kenaikan harga BBM menimbulkan tekanan sosial baru,” ujarnya, Senin (19/9/2022).

Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: Suarakan Penolakan Kenaikan Harga BBM - Harga Tembakau di Tulungagung Turun

Hal tersebut terlihat dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang langsung digencarkan.

Menurutnya, hal itu merupakan upaya pemerintah agar tekanan sosial yang terjadi tidak terlalu besar. Ia menekankan, yang menjadi tantangan ialah bagaimana menjamin kepercayaan masyarakat mengenai distribusi BLT yang merata. Tentunya, informasi yang terbuka harus dilakukan.

“Namun demikian, yang dikhawatirkan, program bansos tidak banyak berdampak, karena logika pemerintah kayaknya membayangkan kalau masyarakat itu kondisi ekonominya nol, lalu diberi Rp 600 ribu, dan katakanlah plus Rp 600 ribu. Tapi masalahnya, bagaimana kalau masyarakat minus?” tambah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR Surabaya tersebut.

Selain masalah distribusi, ia juga mengaitkan perihal kemanfaatan. Menurutnya, distribusi yang tepat sasaran belum tentu tepat manfaat.

Apalagi, dampak sosial dari putusan tersebut akan meningkatkan golongan orang miskin baru. Sehingga, tentunya banyak masyarakat yang harus beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Baca selengkapnya

---

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved