Berita Jatim

Wakil Ketua DPRD Jatim Puji Gubernur Khofifah yang Bebaskan Pajak Kendaraan Umum Mikrolet dan Ojol

Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak memuji langkah Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang mengeluarkan kebijakan pembebasan pajak kendaraan b

istimewa
Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak saat bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Jatim beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak memuji langkah Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang mengeluarkan kebijakan pembebasan pajak kendaraan bermotor (PKB) bagi angkutan umum jenis mikrolet dan ojek online. Dikatakan Sahat, hal ini penting untuk kepentingan masyarakat.

Sebelumnya, Khofifah memang mengumumkan Pemprov secara khusus membebaskan PKB untuk angkutan umum orang jenis mikrolet dan ojol. Kebijakan ini dalam rangka meringankan beban masyarakat pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami salut dengan keberanian Bu Gubernur dengan membuat kebijakan tersebut," kata Sahat kepada wartawan di Surabaya, Selasa (20/9/2022).

Melalui program ini, setidaknya terdapat 7.921 angkutan umum jenis mikrolet dan 24.192 ojek online akan menikmati kebijakan tersebut.

Sahat yang politisi Partai Golkar itu menyebut hal ini menunjukkan bukti komitmen Pemprov pada percepatan pemulihan ekonomi.

"Dengan kebijakan ini diharapkan memberikan multiplier effect terhadap kondisi ekonomi saat ini. Khususnya, akibat dampak kenaikan BBM terhadap laju inflasi di Jawa Timur," ucapnya.

Disisi lain, dampaknya memang berkurangnya potensi pajak yang diprediksi hingga Rp 9,5 miliar. Sehingga, keran pendapatan dari sektor lain perlu dicari agar target PAD tetap jalan.

"Perlu dicari pendapatan lain dari sektor lain agar target PAD 2022 tetap jalan," terang Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim itu.

Untuk mendapatkan insentif pajak nol rupiah tersebut, wajib pajak dapat mendaftarkan kendaraannya di KB Samsat setempat, mulai hari ini tanggal 19 September hingga 15 Desember.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi. 

Maka melalui kebijakan ini diharapkan  memberikan multiplier effect terhadap kondisi ekonomi saat ini. Khususnya akibat dampak kenaikan BBM terhadap laju inflasi di Jatim.

"Dalam kondisi ekonomi seperti ini, pemerintah akan selalu hadir untuk meringankan beban rakyat," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin (19/9/2023). 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved