Berita Probolinggo

Warga Probolinggo Geger Pesan Suara Percobaan Penculikan di SDN Kalirejo I, Begini Fakta Sebenarnya

Sejak beberapa hari lalu, beredar pesan suara seorang guru yang menginformasikan ihwal peristiwa percobaan penculikan siswa SDN Kalirejo I.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/danendra kusuma
Suasana SDN Kalirejo I, Dringu Kabupaten Probolinggo, Selasa (20/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Sejak beberapa hari lalu, beredar pesan suara seorang guru yang menginformasikan soal peristiwa percobaan penculikan siswa SDN Kalirejo I

Pesan itu dikirimkan secara berantai melalui WhatsApp hingga membuat heboh sekaligus gelisah warga di Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, di Kecamatan Dringu, terdapat nama SDN Kalirejo I

Setelah ditelusuri, peristiwa percobaan penculikan itu tidak terjadi di SDN Kalirejo I, Dringu, Kabupaten Probolinggo. Melainkan, di SDN Kalirejo I daerah lain. 

Hal tersebut juga diklarifikasi langsung oleh Kepala SDN Kalirejo 1, Rina Suliati.

"Ada beberapa orang yang tanya ke saya baik wali murid maupun pihak kepolisian. Namun saya sudah klarifikasi bahwa kejadian di rekaman suara itu bukan di SDN Kalirejo I, Dringu, Kabupaten Probolinggo," katanya, Selasa (20/9/2022). 

Baca juga: Pelaku Penculikan Siswi SMA Bangkalan Sempat Tak Akui Perbuatannya: Gak Mungkin Saya

Rina menyebut dirinya juga menerima pesan suara itu yang dikirimkan seseorang ke WhatsApp pribadinya pada, Jumat (16/9/2022). 

Kendati tidak terjadi di sekolah yang dipimpinnya, dia tetap mengimbau kepada guru dan wali murid untuk tetap waspada. 

"Meski bukan di SDN Kalirejo 1 Probolinggo, saya sudah mengimbau kepada guru maupun wali murid untuk selalu waspada terhadap orang asing yang datang ke sekolah," ungkapnya. 

Kapolsek Dringu, AKP Muhammad Dugel menjelaskan pasca beredarnya rekaman suara tersebut, pihaknya langsung melakukan klarifikasi ke kepala SDN Kalirejo I.

Hasilnya, kejadian tersebut bukan di SDN Kalirejo I, Dringu, Kabupaten Probolinggo.

"Setelah kami klarifikasi dan ternyata kejadian tersebut bukan di Probolinggo. Kami mengimbau pihak sekolah mengumpulkan wali murid menyosialisasikan pengawasan serta antisipasi kasus penculikan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved