Berita Surabaya

Kaji Subsidi PDAM untuk Warga Kurang Mampu di Surabaya, Eri Cahyadi: Tarif Masih Kita Hitung

Pemkot Surabaya tengah mengkaji ulang tarif retribusi pemakaian air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada.

Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri acara "Temu Camat Lurah Kota Surabaya" bersama jajaran Direksi PDAM Surya Sembada. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya tengah mengkaji ulang tarif retribusi pemakaian air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada.

Dalam skema yang baru, Pemkot juga menyiapkan subsidi bagi warga kurang mampu atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

Wali Kota Eri Cahyadi saat ini telah menginstruksikan Direksi PDAM untuk mengkaji ulang terkait tarif tersebut. Nantinya, tarif akan disesuaikan dengan besaran pengeluaran masing-masing pelanggan atau penghasilan. 

Misalnya, antara klaster perumahan menengah ke atas dengan pelanggan yang berada perkampungan. Menurutnya, kedua kelompok tersebut seharusnya mendapat beban tarif berbeda. 

"Tarif masih kita hitung. Kami berharap tidak ada lagi warga miskin "mensubsidi" warga kaya," kata Cak Eri di Surabaya, Kamis (29/9/2022). 

Baca juga: PDAM Surabaya Akui 15 km Pipa Rusak Dampak Pemasangan Box Culvert, Kawasan Mana yang Terdampak?

Untuk diketahui, tarif PDAM di Surabaya menyesuaikan surat keputusan dari Gubernur Jawa Timur dan peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, No 21 tahun 2020 tentang batas tarif atas dan tarif bawah.

Yang mana, tarif bawah air sebesar Rp2.600 ribu serta batas atas Rp17 ribu. Ini didasarkan pada beberapa kelompok pelanggan. 

Selain keringanan tarif, Pemkot juga menyiapkan subsidi bagi MBR. "Ini yang harus diubah cara kerjanya. Saya berharapnya di 2023 sudah berjalan semuanya," ujarnya.

Misalnya, bagi MBR dengan kebutuhan air yang berada di bawah 10 ribu liter. "Ini lagi dikaji, saya berharap kalau itu (perhitungan) bisa gratis, ya gratiskan," kata dia. 

"Misalnya, air untuk kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, 10 ribu liter itu bisa untuk lima orang yang (tinggal) di luasan rumah 70 meter persegi," katanya. 

Selain soal penyiapan subsidi, Cak Eri juga menginstruksikan PDAM untuk memperluas jaringan air. Berkolaborasi dengan camat dan lurah, ia berharap tak ada lagi warga yang kesulitan air bersih. 

Tak hanya lewat PDAM, Cak Eri juga meminta camat dan lurah untuk menginformasikan masing-masing wilayahnya yang belum teraliri.

Terkait hal ini, secara khusus pihaknya telah mempertemukan jajaran lurah dan camat dengan Direksi PDAM, Kamis (29/9/2022). 

Targetnya, ada akhir tahun 2023 seluruh wilayah di Kota Pahlawan sudah teraliri PDAM.

"Sehingga saya minta (PDAM) mengumpulkan lurah dan camat untuk menginformasikan dimana wilayahnya, dimana warganya yang masih belum teraliri air," katanya. 

Menurutnya, informasi yang disampaikan lurah dan camat tersebut, akan sangat membantu jajaran PDAM Surya Sembada. Dengan demikian, PDAM dapat mengambil langkah-langkah perhitungan untuk penyelesaian. 

"Sehingga akan dilakukan perhitungan oleh PDAM, apakah perlu pipa baru, atau apa, sehingga bisa teraliri PDAM. Fainsyaallah di tahun 2023, semuanya harus teraliri air," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved