Berita Surabaya

Sering Blusukan, Anggota DPR RI Lucy Kurniasari Ingin Cegah Stunting di Surabaya dan Sidoarjo

Anggota DPR RI, Lucy Kurniasari mengaku sering melakukan blusukan di Surabaya, dan Sidoarjo.

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Anggota DPR RI Lucy Kurniasari saat berfoto bersama para peserta acara Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersam Mitra Kerja di Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Minggu (2/10/2022) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota DPR RI, Lucy Kurniasari mengaku sering melakukan blusukan di Surabaya, dan Sidoarjo.

Hal itu dilakukannya untuk mencegah kasus stunting.

Lucy melanjutkan, penanganan stunting memang harus dilakukan dari hulu ke hilir.

"Di mana saya sebagai anggota DPR RI di Dapil Jatim 1 yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo, memastikan di Surabaya dan Sidoarjo ini segera bisa sesuai dengan keinginan presiden dalam Perpres 72 tahun 2021 yang menunjuk BKKBN sebagai sektor penanganan stunting, agar stunting bisa diatasi sampai 14 persen," kata Lucy Kurniasari saat menghadiri acara Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersam Mitra Kerja di Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Minggu (2/10/2022).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, hingga saat untuk tingkat nasional masih berada di angka 24 persen.

"Di Jawa Timur juga 24 persen," terang Lucy Kurniasari.

Baca juga: Tekan Inflasi dan Angka Stunting, Pemkab Madiun Gelar Operasi Pasar, Sediakan Sembako Murah

Sedangkan, untuk Surabaya, penanganan stunting menurutnya semakin tahun semakin bagus.

"Saya harapkan, saat target kita 14 persen, Surabaya dan Sidoarjo juga bisa menyesuaikan. Syukur2 bisa zero stunting," harap Lucy Kurniasari.


Meski demikian, proses penanganan stunting menutut Lucy harus dilakukan secara bersama-sama.

"BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. Tentunya harus ada kerja sama antarlembaga, dan pemerintah daerah harus mendukung. Kami yang di DPR RI juga blusukan," ujarnya.

Tujuannya agar tahun 2045 saat masuk bonus demografi, di mana usia produktif lebih besar dari usia tua, Indonesia bisa menguasai dunia.

"Paling tidak bisa diantisipasi mulai sekarang. Untuk menghasilkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan unggul," tandasnya.

Sementara itu, menurut Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) Sukaryo Teguh Santoso, ada banyak faktor yang menyebabkan seorang anak terkena stunting.

"Ada yang dari faktor genetik, tapi ada juga yang karena faktor kekuranngan gizi," terangnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved