Tragedi Arema vs Persebaya

Ketua Panpel Arema FC Buka Suara Soal Pintu Stadion yang Tertutup Saat Tragedi Kanjuruhan: Ada CCTV

Ketua Panpel Arema FC buka suara soal pintu stadion yang tertutup saat tragedi Kanjuruhan: Kalau ada oknum, ada CCTV.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Purwanto
Sejumlah suporter berdoa di depan pintu masuk tribun 12 Stadion Kanjuruhan Malang pasca tragedi Arema vs Persebaya yang menelan banyak korban jiwa, Selasa (4/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris yang ditetapkan sebagai tersangka tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan lebih dari 100 orang, buka suara soal pintu stadion.

Beberapa pintu stadion termasuk pintu 13, diketahui memang tertutup ketika tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu, sehingga mengakibatkan banyak korban meninggal dunia karena sesak napas dan berdesak-berdesakan mencari jalan keluar.

Terkait hal ini, Abdul Haris mengaku pihaknya saat itu sudah mendapat informasi dari security officer Suko Sutrisno, yang saat ini juga ditetapkan sebagai tersangka, jika pintu-pintu stadion telah dibuka sebelum pertandingan usai.

Bahkan Abdul Haris menyinggung soal CCTV stadion jika ada oknum yang memang sengaja untuk menutup pintu.

Dari CCTV itu nantinya akan diketahui siapa yang menutup pintu stadion. 

"Sesuai SOP semua pintu harus terbuka, kalau memang tertutup, mohon maaf kalau ada oknum yang menutup itu ada di CCTV. Semua ada di CCTV. Mulai jelang pertandingan, kick off sampai selesai ada CCTV-nya. Di situ juga ada portir, ada PAM, ada dari kepolisian di setiap pintu. Saya ada di tengah. Yang jelas laporan dari pak Suko semua pintu sudah dibuka. Selebihnya itu sudah masuk materi penyidikan, jadi biar ranahnya tim bagian hukum yang menyampaikan," kata Abdul Haris, Jumat (7/10/2022).

Sementara itu, soal barang bukti CCTV yang kini sudah diamankan pihak kepolisian, pihak kuasa hukum Abdul Haris, Sumardhan mengaku belum melihat tayangan CCTV soal siapa yang menutup pintu stadion.

"Panpel sudah mengikuti prosedur. Semua pintu juga sudah dibuka saat pak Abdul Haris mendapat laporan. Secara normatif sudah dipenuhi. Sementara itu soal CCTV, kami baru mendampingi pak Abdul Haris sejak Kamis malam kemarin, jadi CCTV belum dibuka dan dilihat," ujar Sumardhan.

Sebelumnya, terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Baca juga: Berlinang Air Mata, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf pada Korban Tragedi Kanjuruhan: Keponakan Tewas

Akibat kerusuhan itu, menurut data Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, hingga Selasa (4/10/2022), 131 orang meninggal dunia. Korban berasal dari suporter Aremania dan anggota kepolisian.

Sementara ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Malang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved