Tragedi Arema vs Persebaya
Dampak Gas Air Mata Selamanya Membekas Pada Korban Kanjuruhan, PSSI Dapat Pesan dari Tersangka
Dampak Gas Air Mata yang ditembakkan petugas keamanan pada akhirnya membekas di tubuh dan mental para korban Tragedi Kanjuruhan.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
"Tapi jangan ketika sukses pertandingan seluruh Indonesia-lah ketuanya, tapi ketika ada kegagalan dilimpahkan kepada ketua Panpel."
"Janganlah berbahagia di atas penderitaan kesedihan kami."
Baca juga: Ayahnya Gugur saat Tragedi Kanjuruhan, Putra Polisi Sampaikan Isi Hati ke Kapolda, Ingin Jadi Polisi
"Saya sangat respek pada otoritas dan operator pertandingan bola di Indonesia."
"Tapi saya mengetuk hati nurani semua, karena sepak bola itu jiwa sportivitas."
"Jangan berlindung di balik regulasi, bapak-bapak lepas cuci tangan," tambahnya.

Lebih lanjut Abdul Haris meminta pertanggung-jawaban PSSI yang juga memberikan izin terlaksananya pertandingan Derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) lalu.
"Secara moral saya tanggung jawab, saya sportif, ini kesalahan saya karena sebagai Panpel tidak bisa menyelamatkan dan melindungi suporter."
"Saya disanksi seumur hidup tidak masalah."
"Saya ikhlas karena resiko sosial yang harus saya tanggung."
"Tapi perlu diketahui, verifikasi dari PSSI tolong juga dipertanyakan hingga pertandingan itu bisa berjalan."
"Apa sih yang menjadi tugas kita masing-masing," tutup Abdul Haris.
Berita seputar Tragedi Arema vs Persebaya