Berita Surabaya

Gaet Pasar Mahasiswa di Surabaya, Raburi Buka Gerai Pertama di Area Kampus Universitas Ciputra

Para mahasiswa menjadi pasar yang menarik untuk digaet, terutama usaha mamin yang mengambil lokasi di sekitar kampus. Hal ini yang memebuat Raburi

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SUGIHARTO
Gerai Raburi, makanan khas Jepang yang baru pertama buka di UC-Walk, dan optimis kedepan akan terus bertumbuh karena segmen pasar yang dibidik cukup besar. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aktifnya kembali kuliah secara offline membuat pasar mahasiswa untuk produk makanan dan minuman atau Food and Baverage (F & B) kembali bangkit.

Para mahasiswa menjadi pasar yang menarik untuk digaet, terutama usaha mamin yang mengambil lokasi di sekitar kampus. Hal ini yang memebuat Raburi buka gerai di area kampus.

"Nah, kami melihat pasar mahasiswa di kampus ini sudah bangkit dan tumbuh lagi. Sehingga kami kembangkan bisnis dengan bila di UC (Universitas Ciputra) Walk, CitraLand Surabaya," kata Bagus Ariawan, CEO Raburi, Rabu (19/10/2022).

Diakui Bagus, kuliner merupakan salah satu bisnis yang tahan terhadap berbagai kondisi. "Namun begitu, kami harus pandai melihat potensi marketnya. Sebab hal itu menyangkut sukses tidaknya usaha kedepan," jelasnya.

Salah satu lokasi yang menarik pengembangan bisnis kuliner adalah di kampus. Sebab, kampus memiliki captive market yang besar yakni jumlah mahasiswa yang setiap tahunnya selalu bertambah. Sehingga sangat menjanjikan untuk pengembangan bisnis kuliner.

Baca juga: Kelembutan Mie Ramen Halal Berpadu Kuah Kaldu dan Sambal Nusantara

“Captive market di UC sangat besar, yaitu para mahasiswa UC yang jumlahnya 10.000 orang lebih. Sehingga kami sangat optimis Raburi akan sukses," ungkap Bagus.

Raburi di UC Walk  merupakan gerai pertama. Meski gerai pertama, Bagus yakin akan mendapat respond bagus.

Sebab pihaknya mengusung konsep makanan cepat saji (fast food) kekinian yakni makanan Jepang yang banyak digemari kalangan anak muda seperti ramen, terayaki dan donburi.

Selain itu, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau untuk kalangan mahasiswa yakni antara Rp 30.000 – Rp 45.000 per porsi.

Pihaknya juga sudah melakukan survey spending money mahasiswa UC sekitar Rp 50.000 - Rp 60.000 per sekali makan. Sehingga semua yang ditawarkan pas dengan target marketnya.

Baca juga: Olah Tempe dan Daun Sengkubak, Mahasiswa Ubaya Bikin Mie Tinggi Protein dan Bercita Rasa Gurih

Terbukti, hasilnya cukup menggembirakan. Sejak dibuka dua bulan lalu, rata-rata per hari pihaknya berhasil melayani 100 pack. Jumlah itu sebenarnya bisa dinaikan lagi. Namun terkendala jumlah SDM-nya.

“Jam bukanya juga masih terbatas mulai jam 9 pagi hingga 5 sore. Rencananya nanti kami akan buka hingga malam. Sebab banyak yang repeat order. Tapi kami siapkan dulu SDM-nya,” beber Bagus.

Dia mengaku, kendala buka kuliner di kampus saat liburan kuliah. Sebab tidak ada perkuliahan. Namun pihaknya sudah menyiapkan strategi yakni melayani market selain mahasiswa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved