Berita Malang

Jadi RS Rujukan Gangguan Ginjal Akut Misterius, RSSA Malang Siapkan SDM hingga Ruang Perawatan

RSSA Malang menjadi satu di antara 14 rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan gangguan ginjal akut misterius pada anak.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Direktur Utama RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso saat menggelar konferensi pers, Senin (17/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang menjadi satu di antara 14 rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan gangguan ginjal akut oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penunjukan 14 rumah sakit rujukan ini diambil bersamaan dengan kebijakan Kemenkes melarang penjualan obat sirup bagi apotek dan pemberian resep obat jenis yang sama.

Direktur Utama RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan berbagai macam persiapan untuk menangani pasien gangguan ginjal akut ini.

Mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) hingga sarana dan pra sarana lainnya.

"Kami menyiapkan berbagai aspek mulai SDM, obat obatan & logistik medik lain, laboratorium, ruang perawatan, ruang tindakan (HD) maupun kebutuhan lain dalam rangka menangani pasien termaksud," ucapnya saat dihubungi Surya, Rabu (19/10/2022).

Meski demikian, dr Kohar belum menyampaikan, berapa jumlah pasien yang menderita gangguan ginjal akut yang sedang dirawat di RSSA.

Baca juga: Inilah 6 Rekomendasi IDAI untuk Pencegahan Gangguan Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak, Cek!

Baca juga: IDAI Terima Laporan 192 Anak Mengidap Gagal Ginjal Akut di 20 Provinsi, Mayoritas Balita 1-5 Tahun

Pihaknya hanya menyampaikan, RSSA telah siap untuk dijadikan sebagai rumah sakit rujukan.

Seperti dilansir dari Tribunnews, Kemenkes menginstruksikan agar fasilitas pelayanan kesehatan atau rumah sakit yang belum memiliki paling sedikit fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) agar bisa memberikan rujukan segera.

Begitu juga apabila ada rumah sakit yang belum memiliki dokter spesialis ginjal anak dan fasilitas hemodialisis agar memberikan rujukan kepada rumah sakit yang sudah ada dokter yang dimaksud tersebut.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang melakukan penatalaksanaan awal Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Atypical Progressive Acute Kidney Injury pada anak merupakan rumah sakit yang memiliki paling sedikit fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

"Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang tidak memiliki fasilitas dimaksud dan/atau sarana prasarana lain sesuai dengan kebutuhan medis pasien harus melakukan rujukan ke Rumah Sakit yang memiliki dokter spesialis ginjal anak dan fasilitas hemodialisis anak.

Penatalaksanaan pasien oleh rumah sakit mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Atipikal Kesehatan," tulis Surat Edaran Kemenkes bernomor SR.01.05/III/3461/2022. Surat itu ditandatangani oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami Selasa(18/10/2022) seperti dikutip Tribun, Rabu(19/10/2022).

Baca juga: Gejala Gagal Ginjal Akut Misterius Anak, Dinkes Kota Batu Imbau Orangtua Jaga Daya Tahan Buah Hati

Kemenkes juga meminta anak dengan kasus suspek gangguan ginjal akut progresif atipikal/atypical progressive acute kidney injury agar segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

Untuk selanjutnya fasilitas pelayanan kesehatan melakukan pemeriksaan laboratorium ureum, kreatinin dan pemeriksaan penunjang lain, serta melakukan observasi.

Selanjutnya bila tidak dapat ditangani dalam 1x24 jam, fasilitas pelayanan Kesehatan harus melakukan rujukan ke Rumah Sakit Rujukan Dialisis anak

Kemenkes menginstruksikan agar fasilitas pelayanan kesehatan atau rumah sakit yang belum memiliki paling sedikit fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) agar bisa memberikan rujukan segera.

Berita Malang lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved