Berita Blitar

Akhirnya Jenazah Korban Truk Maut yang Diterjang Banjir di Blitar Ditemukan, Ada yang di Pantai

Satu per satu dari empat penumpang truk maut yang hanyut ke sungai akibat truk yang ditumpanginya diterjang banjir ditemukan

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Imam Taufiq
Petugas gabungan sedang mengevakuasi mayat korban kecelakaan maut truk tebu, yang ditemukan di dekat Pantai Blitar selatan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Imam Taufiq

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR -Satu per satu dari empat penumpang truk maut yang hanyut ke sungai akibat truk yang ditumpanginya diterjang banjir ketika menyebrangi Dam Sungai Kedung Cengit, Dusun Wonorejo, Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung, Blitar Selasa (25/10/2022) malam kemarin, akhirnya ditemukan semua, Kamis (27/10/2022).

Keempatnya sudah ditemukan, meski tak bersamaan karena mereka ditemukan berlainan lokasi dan saling berjauhan.

Bahkan, salah satu korbannya, ditemukan sudah hampir sampai ke Pantai Blitar selatan, namun untungnya petugas keburu menemukannya.

Dari keempatnya itu, yang ditemukan pertama kali adalah Obet Khoiri (21), sopir truk maut itu.

Korban yang asal Desa Tumpak Oyot, Kecamatan Bakung, jasadnya ditemukan, Rabu (26/10/2022) pagi kemarin atau selang sekitar 12 jam dari kecelakaan maut itu. Itu ditemukan tak jauh dari TKP atau hanya berjarak sekitar 200 meter.

"Iya, hari ini (Kamis/27/10/2022), semua korbannya sudah ditemukan semua, dengan lokasi yang berbeda. Ittu berkat kerja keras anggota gabungan dengan dibantu warga yang terus melakukan pencarian dengan tak menghenal lelah," kata AKP Zainal Arifin, Kapolsek Bakung.

Baca juga: BPBD Pamekasan Ajak Masyarakat Mitigasi Berkala untuk Antisipasi Bencana Alam, Banjir Jadi Atensi

Sehari setelah ditemukan jasad Obet, petugas gabungan dari kepolisian, Polairut, TNI, BPBD, Basarnas dan warga desa setempat, Kamis (27/10/2022) pagi, berhasil menemukan dua korban lainnya lagi. Yakni, Andik (21), Yopi (23), keduanya warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Jasad keduanya ditemukan di tepi sungai yang ada di belakang rumah Sutrisno, warga Desa Plandirejo.

Itu ditemukan dengan kondisi mengambang karena tersangkut semak-belukar sungai itu.
Lokasinya tak jauh dari penemuan mayat Obet atau berjarak sekitar 500 meter dari dam sungai, yang mencelakakan truk yang mereka tumpangi.

"Memang, warga bersama petugas terus melakukan pencarian karena dibagi beberapa tim. Selain ada tim yang dipusatkan di TKP dan sekitarnya, juga ada tim lain yang bertugas menyisir sungai sampai ke muara (batas laut)," ungkap.

Di saat warga bersama petugas melakukan evakuasi terhadap dua mayat itu, petugas di tempat lain, yang menyisir sungai itu juga menemukan korban satunya. Yakni, Rianto (55), warga Dusun, Sumberasri, Desa Tumpak Oyot, Kecamatan Bakung.

Mayatnya Riant ini ditemukan paling jauh sendiri dibandingkan dengan tiga korban lainnya karena sudah hanyut mendekati Pantai Pasur, Kecamatan Bakung atau diperkirakan sekitar 5 km dari TKP.

Penemuan mayat tukang tebang tebu yang secepat dari perkiraannya itu membuat petugas lega karena tak sampai hanyut terbawa arus ke laut. Mayat itu masih berada di sungai namun tinggal beberapa jangkah lagi sudah berada di muara pantai selatan.

"Banyak tim yang dilibatkan pencarian ini, sehingga dengan cepat berhasil menemukan para korbannya," paparnya.

Memang, surutnya air sungai itu juga jadi faktor lain, yang bisa memudahkan pencarian. Sebab, saat ini ketinggian air di sungai hanya sekitar 50 centimeter, dan arusnya kian landai, sehingga membuat petugas dengan mudah turun ke sungai.

"Memang, kosentrasi petugas kemarin itu, diprioritaskan untuk mencari korbannya. Setelah semua korbannya sudah ditemukan, tinggal mencari cara untuk mengevakuasi truk yang masih terguling di sungai," paparnya.

Seperti diberitakan kemarin, truk bermuatan tebu dengan nopol AG 9310 KH yang dikemudikan oleh Obet Khoiri (21), diterjang ombak saat melintas di dam sungai Dusun Wonorejo, Desa Plandirejo. Itu terjadi ketika truk itu dalam perjalanan pulang, sehabis menaikkan muatan tebunya, yang habis dipanen oleh empat korban itu.

Namun, di saat berada di tengah-tengah dam, truk itu dihantam banjir, yang datang mendadak. Karuan, truk bersama sopir dan lima penebang tebu, yang ikut menumpang di truk itu, terjungkir ke sungai, lalu hanyut. Namun, satu penumpangnya, Pendik (32), warga Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, selamat karena duduk di atas bak, sedang yang empat dan sopirnya terjebak dalam kabin.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved