Berita Malang

Terungkap Motif Sebenarnya 7 Kakak Kelas SD di Malang Rundung Adik Kelas, Soal Pemalakan?

Motif perundungan dari siswa SD kelas 2 di Kepanjen, Kabupaten Malang oleh ketujuh kakak kelasnya akhirnya terungkap.

Editor: Januar
TribunJatim.com/ Purwanto
Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizki Saputro 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Motif perundungan dari siswa SD kelas 2 di Kepanjen, Kabupaten Malang oleh ketujuh kakak kelasnya akhirnya terungkap.

Diduga korban, MWF (7) sering memanggil ketujuh anak tersebut dengan kata-kata tidak sopan.

Pernyatan ini diungkapkan langsung oleh Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Rizki Saputro.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, baik dari saksi maupun ABH, memang korban ini memiliki perilaku yang aktif. Artinya korban sering memanggil senior dengan kata-kata yang tidak sopan," ucap Wahyu, Selasa (29/11/2022).

Tak hanya dari saksi maupun para seniornya, pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh teman-teman korban serta guru lainnya.

Dari ucapan MWF itulah membuat ketujuh senior yang merupakan Anak yang Berhubungan dengan Hukum atau ABH itu merasa kesal hingga terpancing emosi untuk melakukan bullying.

Terkait motif tentang adanya pemalakan, Wahyu masih mendalaminya dan membuktikannya.

"Kalau pemalakan sampai saat ini kami masih belum bisa membuktikan ke arah itu. Yang jelas kami fokus ke arah perundungannya itu," ujarnya.

Untuk proses hukum selanjutnya, pihak kepolisian telah memeriksa 12 saksi dan tujuh terduga ABH.

Dari ketujuh ABH ini, telah dikoordinasikan dengan UPT (Unit Pelayanan Teknis) PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Malang, UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) PPA Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kemudian dari Bapas (Balai Pemasyarakatan) dan wali kelas maupun kepala sekolah.

"Karena ini terkait dengan anak, kami tidak bisa bekerja sendiri. Tetapi kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini," terangnya.

Wahyu mengatakan, jika proses hukum sampai saat ini masih berlangsung. Serta mengupayakan kasus perundungan anak di bawah umur agar segera selesai.

Baca juga: Kondisi Terkini Siswa SD Kepanjen Malang yang Mengalami Perundungan, Masih Harus ke Rumah Sakit

Seperti yang diberitakan sebelumnya, MWF, siswa kelas 2 SD di Kepanjen mengalami perundungan dari ketujuh kakak kelasnya pada Jumat (11/11/2022).

Akibat dari perundungan itu, korban mengalami luka yang cukup parah hingga koma.

Dari pemeriksaan dokter, terdapat gumpalan darah di otak korban. Hingga saat ini korban masih menjalani perawatan.

Bahkan, korban mengaku trauma dan tidak ingin sekolah kembali.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved