Berita Malang
Wisuda ke 116 Universitas Negeri Malang, Pertama Kali Dikukuhkan Rektor Prof Hariyono
Gelaran wisuda Universitas Negeri Malang (UM) ke-116 menjadi istimewa karena dikukuhkan oleh rektor baru Prof Dr Hariyono MPd.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Taufiqur Rohman
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Gelaran wisuda Universitas Negeri Malang (UM) ke-116 menjadi istimewa karena dikukuhkan oleh rektor baru Prof Dr Hariyono MPd setelah dilantik sebagai Rektor oleh Majelis Wali Amanah (MWA) UM pada 26 Oktober 2022 lalu.
Sebanyak 1010 orang mahasiswa diwisuda pada Minggu (27/11/2022) di Graha Cakrawala.
Mereka akan didampingi oleh kedua orangtuanya.
"Konsep wisudanya luring dan didampingi kedua orang tuanya. Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak boleh masuk karena khawatir mengganggu kekhususkan wisuda," jelas Drs Taat Setyohadi, Kepala Sub Direktorat Kemahasiswaan UM pada wartawan, Sabtu (26/11/2022) di sela gladi bersih wisuda.
Meski luring tetap menerapkan prokes ketat. Wisuda periode 116 ini, jumlah lulusan yang mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih besar dari 2,75 pada program Diploma dan Sarjana sebanyak 876 orang (99,77 persen.
Sedangkan predikat yudisium kelulusannya adalah: Dengan Pujian sebanyak 690 orang (78,59 persen), Sangat Memuaskan sebanyak 186 orang (21,18 persen) dan Memuaskan sebanyak 2 orang (0,23 persen).
Untuk program Magister dan Doktor, predikat yudisium kelulusannya adalah: Dengan Pujian sebanyak 84 orang (69,42 persen), Sangat Memuaskan sebanyak 34 orang (28,10 persen) dan dan Memuaskan sebanyak 3 orang (2,48 persen).
Dalam sambutannya, Rektor UM menjelaskan tentang tantangan yang sangat berbeda dibanding dengan tantangan generasi sebelumnya.
"Sebagai generasi digital asli (native digital) yang hidup pada Era Revolusi Industri 4.0 di abad ke-21 ini, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki keterampilan literasi dan kompetensi yang memadai," papar Rektor.
Maka dalam literasi, tidak lagi cukup bergantung pada literasi lama yang mengandalkan baca, tulis dan matematika, namun juga harus mengembangkan literasi baru.
Seperti literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.
Sedang dalam hal kompetensi, National Education Association (NEA) telah mengidentifikasi keterampilan yang harus dimiliki di abad ke 21.
Yaitu “the 4C” meliputi critical thinking (yang menekankan pada problem solving), (2) creativity, (3) collaboration dan (4) communication.
Penguasaan terhadap literasi dan kompetensi tersebut akan membantu mengoptimalkan dan menggunakan potensi yang dimiliki. Hal ini untuk memecahkan suatu permasalahan yang semakin kompleks di era sekarang ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ananta-Ardyansyah-SPd-meraih-prestasi-terbaik-bidang-non-akademik-tingkat-universitas.jpg)