Berita Surabaya

Motor Karyawan di Surabaya Dicuri Maling, Enggan Lapor Polisi, Petunjuk Orang Pintar Jadi Sebab

Dua orang komplotan maling motor satroni area parkir gudang penyimpanan dekorasi alat pesta milik event organizer (EO), di Jalan Medokan Semampir Inda

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/istimewa
Motor Honda Beat bernopol S-4190-HE milik pemuda berinisial MRMA (20) warga asal Tuban, yang dicuri maling di Jalan Medokan Semampir Indah, Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya, pada Minggu (27/11/2022) siang. Korbna enggan lapor polisi dan memilih iklas. Petunjuk dari orang pintar jadi sebab 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua orang komplotan maling motor satroni area parkir gudang penyimpanan dekorasi alat pesta milik event organizer (EO), di Jalan Medokan Semampir Indah, Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya, pada Minggu (27/11/2022) siang. 

Akibatnya, motor Honda Beat bernopol S-4190-HE milik pemuda berinisial MRMA (20) warga asal Tuban, yang merupakan karyawan di gudang tersebut, amblas. 

Korban MRMA menceritakan, terakhir kali motor tersebut diparkir di depan pintu gerbang utama gudang tersebut, sekitar 12.30 WIB. 

Motor telah diparkir dalam keadaan dikunci setir. Sedangkan helm, telah dibawa Rizki masuk ke dalam gudang. 

Alasan MRMA belum memasukkan motornya itu ke dalam gudang, saat itu. Karena jalan akses utama masuk ke dalam gudang terhalang mobil pickup operasional gudang sedang bongkar muat. 

"Sedangkan di dalam gudang ada 7-10 orang , hingga jam 13.30 saya keluar gudang dan motor saya sudah tidak ada di lokasi," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (5/12/2022). 

Mahasiswa politeknik perkapalan di Surabaya itu, menduga pelaku pencurian motor miliknya berjumlah dua orang. 

Baca juga: Teman Pria Tewas Tersambar Kereta, Wanita di Probolinggo Tak Lapor Polisi, Pilih Pulang ke Rumah

Seandainya pintu gudang terbuka lebar dan posisi mobil pickup tersebut, tidak menghalangi jalan akses tersebut. Aksi komplotan pelaku, mungkin dapat terekam jelas kamera CCTV. 

"CCTV tidak jelas, karena view-nya hanya terlihat segini, sedangkan motor saya posisi di depan mobil agak ke samping," katanya. 

Tidak ada benda berharga lain dari dalam bagasi jok motornya itu. Namun, nilai kerugian yang dialami MRMA, diperkirakan sekitar sembilan juta rupiah. Apalagi, cicilan motor tersebut sudah lunas sejak tahun 2021.

"Lokasi tersebut sudah sering terjadi curanmor, bahkan baru saja belum ada 1 bulan motor sudah hilang 2 di kampung tersebut," jelasnya. 

Kendati begitu, ia mengaku enggan melaporkan insiden pencurian motor tersebut ke markas kepolisian setempat. 

Pasalnya, MRMA sempat meminta pendapat kepada pihak yang dianggapnya memahami dan memiliki kemampuan ilmu penerawangan secara batin untuk melacak posisi keberadaan motornya. 

Ternyata hasilnya, ungkap MRMA, motornya itu sudah dalam keadaan tak berbentuk atau dalam kata lain, motornya telah dicopot hampir keseluruhan komponen mesinnya untuk dijual secara terpisah (pretelan) oleh pihak si pencuri. 

Tak pelak, hal tersebut yang membuat pihaknya merasa tidak ada gunanya untuk melaporkan insiden kejahatannya itu kepada pihak kepolisian. 

Dan akhirnya lebih memilih untuk pasrah dengan takdir dan nasib tersebut. 

"Belum sempat lapor, lapor polisi juga percuma, sudah saya tanyakan ke 'orang pintar' posisi motor sudah 'protolan'. Saya dan keluarga pelan-pelan mengikhlaskan, semoga nanti diganti oleh Allah yang lebih," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved