Berita Malang

Satpol PP Kabupaten Malang dan Bea Cukai Sosialisasi Pencegahan Rokok Ilegal di Pasar

Satpol PP Kabupaten Malang dan Bea Cukai Malang sosialisasi pencegahan rokok ilegal di Pasar Wonosari dan Pasar Kromengan, Rabu (7/12).

Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/ TribunJatim.com
Petugas Satpol PP Kabupaten Malang dan Bea Cukai Malang memberikan sosialisasi pencegahan rokok ilegal kepada penjual rokok di Pasar Wonosari dan Pasar Kromengan, Rabu (7/12/2022). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satpol PP Kabupaten Malang dan Bea Cukai Malang sosialisasi pencegahan rokok ilegal di Pasar Wonosari dan Pasar Kromengan, Rabu (7/12).

Sosialisasi bertema Sobo Pasar ini diselingi dengan hiburan menyanyi dan membagikan hadiah kepada pengunjung pasar.

'Kami sosialisasi di atas panggung dan juga masuk ke dalam pasar. Sekarang sosialisasi di pasar," terang Firmando Hasiholan Matondang, Kepala Satpol PP Kabupaten Malang.

Firmando menyebutkan sosialisasi di pasar ini cukup efektif karena pasar merupakan ruang publik yang menjadi tempat bertemu penjual dan pembeli.

Pasar juga berpotensi menjadi sasaran pedagang rokok ilegal untuk menjual produk tanpa pita cukai.

Baca juga: Peringatan Pengamat Terorisme soal Bom Bunuh Diri di Bandung, Terjadi Jelang Banyaknya Momen Penting

"Kami mengedukasi masyarakat agar mengetahui rokok ilegal yang beredar. Selain berbahaya untuk kesehatan, rokok ini sangat merugikan negara," tegasnya.

"Rokok yang dijamin oleh pemerintah adalah rokok yang ada cukai nya dari bea cukai. Rokok itu penting bagi pendapatan negara. Perokok sudah menyumbang pendapatan ke negara," katanya.

Pelaksana Unit Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Wendy Dwi mengatakan pihaknya sudah sering sosialisasi rokok ilegal.

"Sosialisasi ini dalam rangka pemanfaatan dana bagi hasil cukai untuk tembakau. Kabupaten Malang mendapat Rp 81 miliar pada tahun 2022. 10 persen nya untuk penegakan hukum sosialisasi dengan masyarakat," ujar Wendy.

Baca juga: Di Hadapan Anggota DPRD, Bupati Malang Sanusi Ceritakan Sukses Kinerja Setahun Terakhir

Wendy menyebutkan sosialisasi ini untuk memberi pemahaman bagi pedagang tentang rokok ilegal. Sehingga, ketika ada sales datang untuk menawari rokok yang menunjukkan ciri-ciri rokok ilegal, pedagang bisa menolaknya.

Ada beberapa ciri-ciri rokok ilegal, yaitu tidak ada pita cukai, dan tidak ada banderol.

Keaslian pita cukai bisa dilihat dari hologramnya. Hologram asli tampak mengkilap atau bercahaya ketika digoyang-goyangkan.

"Kalau tidak bercahaya, itu palsu. Untuk pita cukai palsu, bisa saja diprint," sambungnya.

Selain itu, rokok ilegal menggunakan pita cukai bekas.

"Pita cukainya kusut atau tidak rapi karena diambil dari rokok lain," imbuhnya.

Ciri lainnya adalah menggunakan pita cukai tidak sesuai.

"Misalnya, rokok pabrik A ditempeli pita milik pabrik B. Atau rokoknya menggunakan filter buatan mesin
tapi dilekati pita cukai rokok buatan tangan," imbuhnya.

Wendy menyebutkan setiap wilayah di Kabupaten Malang ada peredaran rokok ilegal. Namun, Bea
Cukai telah melakukan penindakan.

"Kami sudah menindak 180 peredaran rokok ilegal selama 2022," kata Wendy. (adv/isn)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved