Berita Surabaya

Cara Pemkot Surabaya Lakukan Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Petakan Langkah Pencegahan

Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah skema pengamanan untuk perayaan Natal dan tahun baru.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama sejumlah forkopimda melakukan razia pencegahan gangster akhir pekan lalu. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah skema pengamanan untuk perayaan Natal dan Tahun Baru.

Selain menyiagakan petugas di tempat ibadah, Pemkot bersama petugas juga melakukan penyekatan di daerah perbatasan.

Sebagai persiapan, rapat koordinasi pun digelar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pimpinan Forkopimda Kota Surabaya, Jumat (9/12/2022).

Berlangsung di rumah dinas Wali Kota Surabaya, pertemuan ini dihadiri pimpinan DPRD, Polri hingga TNI.

Ditemui seusai rapat, Wali Kota Eri menjelaskan pengamanan akan diintensifkan menjelang tanggal 25 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023. Ada sejumlah lokasi yang menjadi fokus penjagaan, di antaranya gereja.

"Kami akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya yang akan ditujukan kepada seluruh tempat ibadah di Surabaya," kata Cak Eri seusai rapat.

Ia menjelaskan, ada sejumlah hal yang diantisipasi. Mulai dari ancaman teror hingga gangguan oleh kelompok remaja.

"Bukan hanya gereja, tapi juga semua tempat ibadah dari berbagai agama yang ada. Kami akan sampaikan untuk lebih waspada dan hati-hati,” katanya.

Tiap gereja akan mendata nama, jumlah jemaah, hingga jadwal misa.

Data tersebut nantinya akan menjadi bahan pemkot bersama forkopimda untuk memetakan pencegahan.

Gereja juga wajib menyiapkan lokasi parkir yang terpisah dari area gereja. Di pintu gerbang juga akan terpasang metal detector.

"Jamaah yang masuk ke gereja harus melewati metal detector. Mereka juga harus sesuai dengan jadwal dan kartu yang biasanya dipegang oleh para jamaah," kata Cak Eri.

Tak hanya oleh petugas, pihaknya juga akan melibatkan organisasi masyarakat (ormas) dalam pengamanan gereja. Surabaya sebagai kota toleransi, wajib bersama-sama menjaga keamanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved