Berita Trenggalek

Cerita Heroik Prajurit TNI AL Selamatkan Wisawatan yang Terseret Ombak di Pantai Prigi Trenggalek

Empat wisatawan asal Kabupaten Kediri terseret ombak di Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Minggu (1/1/2023).

ISTIMEWA
Prajurit TNI AL Berenang Ke Tengah Laut Selamatkan Wisawatan yang Terseret Ombak di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Empat wisatawan asal Kabupaten Kediri terseret ombak di Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Minggu (1/1/2023).

Dari empat orang tersebut, tiga diantaranya berhasil diselamatkan, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Komandan POS Pengamat TNI AL Trenggalek, Serka Sba Agus Muklason menceritakan bagaimana proses dirinya menyelematkan wisatawan yang telah terseret ombak sejauh lebih kurang 300 meter tersebut.

Saat itu, Agus sedang berjaga di Pos Nataru yang berada tak jauh dari Pantai Prigi.

Pada pukul 9.15 WIB, Agus mendapatkan informasi adanya Laka Laut (Kecelakaan Laut) di Pantai Prigi.

Tanpa pikir panjang, ia langsung menuju lokasi dan melihat tiga orang terombang-ambing di laut.

"Saya hanya lihat tiga orang, yang satu orang sudah tidak terlihat sama sekali. Malah saya baru tahu belakangan kalau ternyata ada empat orang yang terseret ke laut," kata Agus, Minggu (1/1/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS: Nekat Main Air, 4 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Prigi, Satu Orang Hilang

Baca juga: Murah Meriah, Wisata Sumber Maron Malang Diserbu 26 Ribu Pengunjung saat Libur Tahun Baru 2023

Agus melihat ketiga orang tersebut dalam keadaan panik. Ia pun langsung terjun berenang menuju salah satu orang yang menurutnya paling lemah.

"Saya berenang 300 meter untuk menyelamatkan yang terlihat paling lemah," lanjutnya.

Menurut Agus, ketiga orang tersebut sudah memegang life jacket atau jaket pelampung yang sudah diberikan oleh penjaga pantai yang sudah terjun ke laut.

"Mungkin karena saking paniknya, jaket tersebut hanya dipegang. Padahal kalau dikenakan mereka pasti aman, tinggal menunggu diselamatkan saja," kata Agus.

Baca juga: Disuruh Berhenti oleh Gerombolan Pemuda, Pasutri di Surabaya Dipukuli saat Malam Tahun Baru

Karena mereka memegang life jacket tersebut mereka bisa mengapung namun tidak sepenuhnya di atas air.

"Sedikit demi sedikit mereka terdorong ke tengah laut hingga jarak 300 meter itu," tambahnya.

Begitu bisa meraih salah satu korban, Agus lalu mendorongnya ke tepian, satu korban lainnya ditolong oleh penjaga pantai yang sudah lengkap dengan ring buoy atau cincin pelampung, dan korban terakhir ditolong oleh anggota Polairud.

"Begitu sampai darat, yang satu lemah, matanya masih melek tapi sudah tidak stabil. Yang lainnya hampir sama namun masih bisa bergerak," lanjutnya.

Informasi yang Agus terima, keempat anak tersebut sedang main bola di pantai. Saat itu pantai memang sedang surut rendah sehingga nampak landai.

Diduga mereka tidak sadar bahwa sedikit demi sedikit garis pantai semakin naik, dan mereka justru bermain makin ke tengah.

"Kami langsung koordinasi dengan petugas kesehatan dan ketiga korban dilarikan ke Puskesmas Watulimo untuk mendapatkan perawatan," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved