Berita Lumajang

Biang Kerok Maraknya Kasus Perceraian di Lumajang, Adanya Masalah Ekonomi hingga KDRT

Faktor ekonomi diduga menjadi biang kerok perselisihan rumah tangga di Kabupaten Lumajang.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang 

Laporan Wartawan Tribun Jatim, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Faktor ekonomi diduga menjadi biang kerok perselisihan rumah tangga di Kabupaten Lumajang.

Pengadilan Agama Lumajang mencatat, sebanyak 1485 perkara rumah tangga dimulai dari perselisihan dan pertengkaran terus menerus.

Konflik tersebut memicu terjadinya perceraian.

Baca juga: UPDATE Perampokan Bank di Lumajang, 8 Orang Saksi Telah Diperiksa, Temukan Fakta Baru?

Pengadilan merinci, konflik rumah tangga akibat ekonomi sebanyak 969 perkara, sementara perkara meninggalkan salah satu pihak sebanyak 411 perkara.

"Kami mencatat sepanjang tahun 2022, pemicu terjadinya perceraian diduga akibat perselisihan. Secara presentase terbanyak sekitar 50 persen termasuk akibat masalah ekonomi hingga meninggalkan salah satu pihak," ujar Hakim Pengadilan Agama IA Kabupaten Lumajang, Anwar ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Kesaksian Warga saat Bank BUMN Lumajang Dirampok, 2 Menit Pelaku Keluar Bawa Karung, Satpam Jumatan

Kata Anwar, selain ekonomi, berbagai faktor turut memicu perceraian di Lumajang.

Beberapa diantaranya menjurus pada penyimpangan sosial.

Sepertti Kekerasan dalam rumah tangga 51 perkara. Mabuk minuman keras 37 perkara. Dihukum penjara 5 perkara.

Baca juga: BREAKING NEWS - Siang Hari, Bank BUMN Lumajang Dirampok Pria Bawa Parang, Kuras Uang di Meja Teller

Cacat badan 5 perkara. Poligami 2 perkara. Murtad 1 perkara. Judi 22 perkara dan Kawin paksa 6 perkara.

Anwar menganalisa jika rata-rata pasangan yang memilih bercerai menginjal usia di bawah 40 tahun.

Para pasangan juga seringkali ditemukan menikah pada usia dan kondisi ekonomi yang belum stabil.

"Kami menduga ecara kemampuan mengontrol diri secara batin, mental, dan ekonomi memang masih belum stabil. Rata-rata yang mengajukan cerai itu ya yang dulunya minta dispensasi nikah. Nah, mereka ini kan yang dulu memaksa menikah walaupun secara mental belum siap, ekonomi juga rata-rata usia segitu belum stabil," papar Anwar.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved