Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Jember

Hanya Gara-gara Klakson, Karyawan Toko di Jember Dikeroyok 10 Anak Berseragam Sekolah

Hanya gara-gara membunyikan klakson, karyawan toko di Jember dikeroyok 10 anak berseragam sekolah. Begini kronologi pengeroyokan.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
DAPR, karyawan toko di Jember babak belur dikeroyok sejumlah anak muda berpakaian seragam sekolah di Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Rabu (8/2/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - DAPR, karyawan toko di Jember babak belur dikeroyok sejumlah anak muda berpakaian seragam sekolah di Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.

Hal itu bermula ketika DAPR berangkat kerja melintas menuju arah selatan menggunakan sepeda motor di Jalan Danau Toba, Jember.

Ketika lewat di depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, terdapat segerombolan pelajar berseragam memenuhi setengah Jalan Danau Toba.

Kemudian, pemuda berusia 22 tahun tersebut membunyikan klakson bermaksud mendahului kendaraan puluhan anak yang berpakaian seragam SMK negeri di Jember.

"Diklakson terlapor tidak terima, kemudian saat korban berada di lampu merah Jalan Mastrip digiring oleh anak tersebut di Jalan Mastrip depan rumah makan Ayam Geprek," kata Husni Thamrin, kuasa Hukum korban, Kamis (9/2/2023).

Dia menambahkan, sekitar 50 meter dari lampu merah Jalan Mastrip, korban dan terlapor adu mulut, sampai akhirnya pelapor pun dianiaya secara bersama-sama oleh sekitar 10 orang.

"Pelaku diperkirakan 10 orang, yang menggunakan seragam SMK negeri di Jember, dianiaya sampai diinjak-injak oleh pelaku, hingga warga yang menyaksikan pun harus melerai pengeroyokan tersebut," lanjut advokat yang akrab disapa Thamrin ini.

Atas insiden tersebut, kata Thamrin, beberapa anggota tubuh korban terluka. Khususnya bagian bibir bengkak dan punggung mengalami luka memar.

"Karena diinjak-injak oleh pelaku, setelah dianiaya, korban melanjutkan perjalanannya untuk minta izin ke pimpinannya di toko, untuk tidak kerja karena kondisinya itu," paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Sumbersari, Kompol Sugeng Piyanto menambahkan, peristiwa tersebut sekarang sudah dalam penyelidikan.

Baca juga: Belasan Remaja Beratribut Pencak Silat Keroyok Pria di Tunjungan Surabaya, Helm Jadi Pemicunya

Kata dia, sekarang korban baru selesai dilakukan visum.

"Korban dan beberapa saksi sudah kami mintai keterangan, dan korban juga sudah dikawal oleh pengacara, dan akan kita lakukan penyelidikan," imbuhnya.

Kompol Sugeng Piyanto mengungkapkan, insiden tersebut terjadi pada Rabu (8/2/2023) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Dan baru dilaporkan ke Polsek Sumbersari pada pukul 22.30 WIB.

"Saat korban melapor ke Polsek Sumbersari, semua lumuran darah dan luka-luka sudah dibersihkan. Sehingga diperlukan visum dari puskesmas, dan hasilnya sampai saat ini kami tunggu," paparnya.

Setelah hasil visum tersebut keluar, Kompol Sugeng Piyanto mengaku baru bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari identitas pelaku penganiayaan tersebut.

"Baru setelah itu kami bisa mengungkap, anak muda ini dari kelompok mana, dan asalnya dari mana," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved