Berita Mojokerto
HUT Ke-200 Tahun Kelenteng Hok Sian Kiong Mojokerto, Bukti Nyata Kerukunan Tionghoa dan Jawa
Yayasan Tri Dharma Hok Sian Kiong Kota Mojokerto, menggelar serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-200 tahun Kelenteng Hok Sian Kiong.
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Yayasan Tri Dharma Hok Sian Kiong Kota Mojokerto, menggelar serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-200 tahun Kelenteng Hok Sian Kiong dan HUT ke-1.063 YM (Yang Mulia) Macho (Dewa) Thiang Shang Sheng Mu.
kegiatan tersebut digelar tanggal 11 sampai 14 Mei, mulai acara Wayang Kulit Wahyu Sandang Pangan, Bakti Sosial (Baksos), panggung hiburan dan lelang 10 kalung emas serta kirab ritual budaya yang diikuti sebanyak 52 peserta dari seluruh Indonesia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan donatur yang dengan penuh suka cita membantu terselenggaranya rangkaian kegiatan ini dan kami juga mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyambutan," tutur Ketua Panitia HUT ke 200 tahun Kelenteng Hok Sian Kiong dan HUT ke 1.063 YM Macho Thiang Shang Sheng Mu Kota Mojokerto, Suryanto (14/5/2023).
Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong Kota Mojokerto, Fendi Harianto (Ho Gofang) menuturkan, HUT ke-200 TITD Hok Sian Kiong dan HUT ke-1.063 YM Macho Thian Shang Sheng Mu tersebut digelar dengan sejumlah kegiatan.
"Rangkaian kegiatan dimulai tanggal 11 Mei, wayang kulit semalam suntuk dan sembayangan kepada Macho (YM Macho Thian Shang Sheng Mu). Dan ditutup dengan acara kirab ritual budaya pada hari Minggu ini," katanya.
Fendi mengatakan, kirab ritual budaya ini melibatkan 52 kelenteng mulai dari Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta Singkawang Kalimantan Barat, dengan jumlah peserta 2.500 orang.
"Peringatan 200 tahun ini yang terbesar dalam sejarah. Dalam kirab ini ada penampilan liong-liong dan barongsai."
"Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dari Pemkot Mojokerto, TNI, Polri dan semua pihak terkait," ucapnya.
Fendi menjelaskan, persiapan rangkaian kegiatan selama empat hari ini hanya dilakukan tiga bulan.
Harapan dari acara ini adalah memperat persatuan dan kesatuan serta membangkitkan perekonomian masyarakat Kota Mojokerto pasca pandemi.
"Acara ini melibatkan banyak UMKM, hotel sudah berakhir penuh di Kota Mojokerto, sampai ada yang bermalam di Jombang, rumah makan juga sudah ramai."
"Pesertanya memang 2.500 orang, tapi yang datang hampir 5.000 orang dari kalangan masyarakat umum maupun keluarga peserta," ujarnya.
Fendi menyampaikan, sejumlah restoran dan UMKM di Kota Mojokerto juga bergeliat karena banyak masyarakat dan peserta yang datang.
Sehingga dengan rangkaian kegiatan selama empat hari tersebut diharapkan bisa membangkitkan perekonomian khususnya di Kota Mojokerto pasca pandemi Covid-19.
"Harapan kami, melalui event kirab ritual dan budaya ini bisa menggerakkan roda perekonomian, utamanya untuk wilayah Kota Mojokerto. UMKM, restoran, hotel dan lainnya," tuturnya.
Yayasan Tri Dharma Hok Sian Kiong
Kota Mojokerto
hari ulang tahun
Kelenteng Hok Sian Kiong
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari
Tribun Jatim
TribunJatim.com
5 Tahun Lalu Warga Sudah Patungan, Jalan Rusak di Mojokerto Tak Digubris, Pemda: Belum Bisa Akomodir |
![]() |
---|
Sambut Libur Panjang, Ratusan Bus di Terminal Kertajaya Mojokerto Diperiksa |
![]() |
---|
Jadwal Pembelajaran Bulan Ramadan di Mojokerto, Awal Puasa Siswa Belajar di Rumah |
![]() |
---|
Kisah Bripka Muliono, Polisi di Mojokerto yang Nyambi Jadi Petani Setelah Bertugas |
![]() |
---|
Ini Penyebab Program Makan Bergizi Gratis di Kota Mojokerto Ditunda hingga 3 Februari 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.