Berita Terpopuler
JATIM TERPOPULER: Warga Gresik Demo Tuntut Rekrutmen Kerja - Siswa Perguruan Silat Banyuwangi Tewas
3 berita Jatim terpopuler, Selasa (6/6/2023). Warga Gresik tutup jalan untuk tuntut rekrutmen kerja - siswa perguruan silat meninggal dunia.
TRIBUNJATIM.COM - Inilah kabar seputar Jawa Timur yang menarik perhatian para pembaca TribunJatim.com.
Kabar Jawa Timur tersebut telah terangkum dalam berita Jatim terpopuler hari ini, Selasa 6 Juni 2023.
Total tiga berita Jatim terpopuler akan tersaji dalam artikel ini, telah terjadi di Gresik, Jember, dan Banyuwangi.
Baca juga: Cuaca Jatim Selasa, 6 Juni 2023: Waspada Hujan Petir saat Siang, Surabaya Cerah Berawan Seharian
Baca juga: Jatim Borong 39 Penghargaan BKN Awards 2023, Khofifah: Buah Kinerja ASN Pemprov dan Pemkab-Pemkot
Baca juga: Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Jemaah Haji Asal Tuban Jatim Meninggal di Tanah Suci
Pertama, Jalan Mayjeng Sungkono, Gresik, ditutup oleh warga sekitar pada Senin (5/6/2023) lalu.
Ratusan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik mendirikan terop dan berdemo menuntut rekrutmen kerja di depan PT Haswin Hijau Perkasa (HHP).
Aksi demo warga pun dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Fakhtur Rokhman.
Berita Jatim terpopuler selanjutnya terjadi di Jember.
Seorang pria berulang kali ketahuan maling buah jeruhk di Dusun Sukomakmur, Desa Mundurejo, Kecamatan Umbulsari.
Alhasil, maling tersebut hampir diamuk warga desa usai menggondol 11 kilogram buah jeruk.
Terakhir, kabar duka dialami oleh keluarga dari seorang siswa perguruan silat di Banyuwangi.
Berinisial RS, siswa tersebut meninggal dunia usai mengikuti latihan bela diri ujian kenaikan sabuk.
Dianggap janggal, keluarga pun melaporkan kematian sang anak ke polisi agar diselidiki.
Lebih lanjut, simak berita Jatim terpopuler hari ini, Selasa (6/6/2023), di bawah ini.
1. BREAKING NEWS: Warga Gresik Tutup Jalan Mayjend Sungkono, Tuntut Rekrutmen Kerja, Kades Pimpin Aksi
Ratusan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik gelar demo di depan PT Haswin Hijau Perkasa (HHP).
Ratusan warga menutup jalan Mayjend Sungkono dengan mendirikan terop di tengah jalan.
Warga Sukorejo menggelar aksi unjuk rasa menuntut penyerapan tenaga kerja bagi warga ring 1 PT HHP.
Aksi demo dipimpin langsung kepala Desa Sukorejo, Fatkhur Rokhman yang naik di atas mobil komando.
Mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua turun ke jalan.
Mereka membawa tulisan bernada protes.
Baca juga: Terus Asah Skill, Rendy Jaya Membawa 2 Misi untuk Gresik United Musim Depan
Baca juga: KRONOLOGI Tukang Las di Gresik Dihajar Gegara Kaos Perguruan Silat, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Warga Desa Sukorejo luruk PT HPP dan menutup jalan Mayjend Sungkono, Kebomas, Senin (5/6/2023). (Tribun Jatim Network/Willy Abraham)
Fatkhur menuntut agar warga Desa Sukorejo dipekerjakan semuanya.
"Warga Desa Sukorejo harus dipekerjakan selama ini pekerjanya dari luar Gresik."
"Kedua kami meminta agar BUMDes dilibatkan dalam pengolahan limbah pabrik yang selama ini menjadi permainan segelintir orang," ujarnya, Senin (5/6/2023).
Fatkhur mengatakan, banyak warga desanya nganggur.
Padahal desanya masuk dalam ring 1 perusahaan.
Sedangkan para pekerja di PT HPP banyak dari luar Kabupaten Gresik.
2. Sering Berulah, Maling Jeruk di Jember Nyaris Digebuki Warga, Kini Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara
Nasib apes sepertinya menimpa Mohammad Joni, maling buah jeruk di Dusun Sukomakmur Desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari, Jember ini nyaris dimasa warga.
Pria umur 37 tahun ini ketahuan, oleh warga ketika membonceng tiga karung buah jeruk di kebun milik Febri, Warga Desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari Jember.
Kapolsek Umbulsari AKP Luthfi mengungkapkan, bahwa mengungkapkan ketika saksi mengetahui pencurian tersebut, langsung menghubungi polisi dan melakukan pengejaran.
"Mengendari sepeda motor, pelaku membonceng tiga sak wareng berisi buah jeruk melintas di depan rumah saksi."
"Melihat hal tersebut, saksi memberi tahu warga lain dan juga melapor ke Polsek Umbulsari," ujarnya, Senin (5/6/2023).
Menurutnya, dari hasil pengejaran yang telah dilakukan oleh warga. Rupanya pelaku kabur menuju arah Kecamatan Semboro Jember.
Baca juga: Maling di Gresik Sebut Madura Jadi Tempat Favorit Jual Motor Curian, Ungkap Jenis yang Susah Dicuri
Baca juga: Ngaku Belajar dari Youtube, Kawanan Maling Gasak Kabel Provider
"Anggota Polsek Umbulsari dan warga melakukan pengejaran. Dan pelaku diketahui melarikan diri menuju arah Semboro," kata Lutfi.
Berbekal informasi tersebut , Lutfi mengaku meminta bantuan Polsek Semboro untuk menghadang dan membantu penangkapan terhadap maling jeruk itu.
"Tepat sekitar jam 19.00 wib di Jl. Raya Semboro-Tanggul pelaku yang nyaris dikeroyok massa. Tetapi akhirnya kami amankan, supaya warga tidak main hakim sendiri," paparnya.
Berdasarkan hasil penyidikan yang telah dilakukan, kata dia, polisi mengamankan barang bukti berupa 11 karung buah jeruk hasil curian dari kebun korban.
"Kini pelaku berada di Mapolsek Umbulsari beserta, barang buktinya untuk melakukan proses hukum lebih lanjut," imbuh Lutfi.
Lutfi mengatakan dari keterangan warga dan para saksi. Pelaku ini sudah sering melakukan pencurian buah jeruk yang berada di Kecamatan Umbulsari dan Semboro.
3. BREAKING NEWS - Siswa Perguruan Silat di Banyuwangi Tewas, Sempat Pamit Ikut Ujian Kenaikan Sabuk
Seorang siswa perguruan silat meninggal usai mengikuti latihan bela diri ujian kenaikan sabuk.
Korban berinisial RS, warga Kelurahan/Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Kapolsek Kalipuro, AKP Hadi Waluyo membenarkan kabar tersebut.
Jasad korban telah dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Blambangan Banyuwangi untuk diperiksa.
"Penyebabnya (kematiannya) apa, kami masih belum tahu, masih olah TKP (tempat kejadian perkara)," kata AKP Hadi Waluyo, Senin (5/6/2023).
Polisi masih mendalami kasus tersebut.
Selain olah TKP, pihaknya juga mencari saksi-saksi yang mengetahui kejadian.
Baca juga: Cegah Gesekan, Petugas Gabungan Halau Massa Perguruan Silat yang Ingin Hadiri Pencak Dor di Kediri
Baca juga: Adu Domba Dua Perguruan Silat, Pemuda 19 Tahun di Sidoarjo Harus Meringkuk di Penjara
Yang pasti, sebelum meninggal, korban pamit ke keluarga untuk mengikuti ujian kenaikan sabuk.
"Kami akan mencari saksi-saksi, karena yang ikut latihan kan banyak," imbuhnya.
Desita (40), keluarga korban, menceritakan, RS berpamitan mengikuti ujian kenaikan sabuk pada Sabtu (3/6/2023).
Lokasi ujian itu, menurut keterangan korban ke keluarga, berada di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
"Berangkat Sabtu sore," katanya kepada wartawan.
Rekan-rekan korban dari perguruan silat kemudian mendatangi keluarga RS pada Minggu (4/6/2023) sekitar waktu subuh.
-----
Berita Jatim dan berita seleb lainnya.
Informasi seputar berita menarik liannya di Google News TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-jatim-terpopuler-hari-ini-selasa-6-Juni-2023.jpg)