Berita Tulungagung

Kisah Nanang, Warga Tulungagung yang Terjebak Jaringan Scammer Kamboja: Pasrah Antara Hidup dan Mati

Kisah Nanang, warga Tulungagung yang terjebak jaringan scammer Kamboja: Pasrah antara hidup dan mati usai ketahuan menelepon polisi.

|
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Nanang Wihandoko (43), tenaga kerja migran asal Tulungagung yang selamat dari sindikat scammer di Kamboja, Senin (24/7/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Nanang Wihandoko (43), warga Desa Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur, berhasil lolos dari jaringan scammer yang berpusat di Kamboja.

Selama 3 bulan di Kamboja, Nanang Wihandoko bekerja dalam sindikat kriminal lintas negara untuk menipu warga Indonesia.

Ia juga berada antara hidup dan mati, karena ketahuan lapor ke Polres Tulungagung secara online.

Nanang Wihandoko berkisah, dirinya berminat bekerja di Taiwan dan ditawari seorang pengerah tenaga kerja migran EK di tahun 2022 lalu.

Saat itu dengan sistem calling visa, Nanang ditawari biaya Rp 5.000.000, dan masih didiskon hingga menjadi Rp 4.000.000. Ia pun membayar uang pendaftaran itu kepada EK.

“Setelah saya daftar, ternyata selama satu tahun tidak ada kabar. Sayapun menagih, kapan saya diberangkatkan,” tutur Nanang saat ditemui, Senin (24/7/2023).

Namun EK saat itu beralasan Taiwan sedang ada masalah, sehingga negara penempatan dipindah ke Belanda.

Nanangpun bertambah senang karena bekerja di Eropa tentu gajinya lebih besar.

Dengan alasan prosesnya sulit, Nanang diberangkatkan lewat Georgia.

Baca juga: Cerita Korban Penyalur TKI Ilegal, Dikerjakan untuk Tipu Orang, Kini Istri Jadi Jaminan di Kamboja

Bersama tiga orang yang lain, rombongan kecil ini diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada 1 Maret 2023.

Saat itu, semua sudah memegang visa wisata, tiket pulang bergi dan booking hotel. Namun petugas imigrasi curiga sehingga mereka dibawa ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Saat itu saya sudah berniat pulang saja ke Tulungagung. Tapi EK menangisi saya dan meminta bertahan, karena dia akan mencarikan jalan lain. Akhirnya saya bertahan,” ungkap Nanang.

Sekitar satu bulan di Jakarta, Nanang dan kawan-kawan dibawa ke Bali. Lagi-lagi mereka berusaha berangkat, namun kali ini dengan negara tujuan Kamboja.

Nanang sempat curiga karena tujuannya malah Kamboja, bukan Georgia atau Belanda.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved