Berita Tulungagung
Kisah Nanang, Warga Tulungagung yang Terjebak Jaringan Scammer Kamboja: Pasrah Antara Hidup dan Mati
Kisah Nanang, warga Tulungagung yang terjebak jaringan scammer Kamboja: Pasrah antara hidup dan mati usai ketahuan menelepon polisi.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
“Saat itu saya sudah pasrah antara hidup dan mati. Kalau saya dibunuh juga tidak akan ada yang tahu,” ucapnya.
Ternyata Nanang selamat karen sang bos hanya menegurnya.
Namun dampak laporannya, sang bos memindahkan usahanya ke Filipina. Seluruh peralatan dan pekerja diboyong ke Filipina.
Nanang masih sempat ditawari ikut pindah ke Filipina, namun tawaran ini ditolak. Ia bersikukuh balik ke Indonesia.
Akhirnya dengan dikawal ketat. Nanang dipulangkan bersama 7 orang lainnya pada 18 Juni 2023. Sebelum keluar dari apartemen, ponsel dimintai lebih dulu di-reset factory.
Baca juga: Sindikat Penyelundupan TKI Ilegal ke Thailand Ditangkap, Diduga ASN Keimigrasian Bandara Terlibat?
Dua di antaranya adalah pasangan suami istri asal Tulungagung. Empat orang dari 8 orang yang dipulangkan turun di Malaysia. Nanang menduga mereka mendapat bos baru di Malaysia.
"Ada yang memilih bertahan di sana karena menikmati pekerjaan. Sudah mendapatkan hasil dari pekerjaan ini," ungkap Nanang.
Menjadi bagian sindikat scammer bagaikan buah simalakama. Sebab jika pandai mendapatkan korban, maka akan dipertahankan bos. Namun jika bodoh dan sulit mendapatkan hasil, maka akan menjadi komoditi yang diperdagangkan di antara sindikat.
"Kalau yang bodoh diperjualbelikan di antara kelompok pelaku scammer. Satu kepala dihargai 2.000 dollar (Amerika)," pungkas Nanang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Nanang-Wihandoko-tenaga-kerja-migran-asal-Tulungagung-yang-selamat-dari-sindikat-scammer-di-Kamboja.jpg)