Berita Tulungagung
Kisah Nanang, Warga Tulungagung yang Terjebak Jaringan Scammer Kamboja: Pasrah Antara Hidup dan Mati
Kisah Nanang, warga Tulungagung yang terjebak jaringan scammer Kamboja: Pasrah antara hidup dan mati usai ketahuan menelepon polisi.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Biasanya tim polisi akan mengatakan, nomor telepon korban juga dipakai untuk tindak pidana pencucian uang. Lalu percakapan seolah dilempar ke Departemen Komunikasi Mabes Polri.
Selama menelepon korban, para polisi gadungan ini juga bicara lewat HT agar lebih meyakinkan.
“Tapi kalau korbannya sudah pintar, kami langsung dicaci maki. Ada juga yang pura-pura bodoh ikut alur saja, ujung-ujungnya kami dikerjai,” ucapnya.
Dari tim polisi, korban lalu diarahkan ke tim kejaksaan abal-abal. Jaksa ini arahnya untuk bertransaksi menyelesaikan masalah lewat tebusan uang.
Uang ini untuk menghentikan kasus pencucian uang dengan nomor telepon dan identitas kependudukan korban.
Sebelumnya tim ini juga berdalih, harus ada pemisahan antara rekening asli korban dengan rekening penjahat atas nama korban.
Karena itu korban diminta melakukan proses pemindaian untuk memindahkan rekeningnya ke rekening negara. Jika korban menuruti, maka seluruh rekeningnya terkuras. Namun sering kali tim jaksa yang melakukan negosiasi besarnya uang tebusan perkara.
“Saya tidan terlalu menjiwai agar yang saya telepon sadar ini penipuan. Dari ribuan yang saya telepon, hanya dua yang pernah kena, itupun tidak besar,” katanya.
Proses penipuan ini dibuat cepat hanya dalam waktu satu hari. Calon korban juga diancam agar tidak memberitahukan orang lain.
Ancamannya bisa dipidana karena menyebarkan kasus rahasia negara.
Namun modus ini mulai banyak terbaca, sehingga beralih modus ke penipuan e-commerce.
Ada juga yang modus percintaan atau love scamming.
Namun karena sudah tidak tahan, Nanang telepon temannya untuk melapor ke Polres Tulungagung. Akhirnya ibu Nanang, SW (63) melapor ke Polres Tulungagung pada 14 Juni 2023.
Saat itu Nanang juga sempat video call dengan salah satu perwira di Polres Tulungagung, untuk dimintai informasi. Namun tindakannya ini sempat ketahuan sang bos.
Nanang pun dipanggil secara khusus ke ruangan bos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Nanang-Wihandoko-tenaga-kerja-migran-asal-Tulungagung-yang-selamat-dari-sindikat-scammer-di-Kamboja.jpg)