Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Penyebab Sebenarnya Cenora Anak Harimau Alshad Mati, Dugaan Dokter Tuai Sorotan, KLHK Bertindak

Penyebab sebenarnya Cenora anak harimau Alshad Ahmad mati akhirnya terungkap, dugaan dokter belakangan tuai sorotan.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Tribunnews.com, Tribun Seleb
Kematian macan Alshad Ahmad yang ternyata misterius itu perlahan mulai terjawab, kini KLHK bertindak. 

"Di sini kita udah berunding dengan 4 dokter hewan mengenai apa yang terjadi dengan Cenora .

Sudah ada dugaan sementara penyebab Cenora gak bertahan hidup," jelasnya.

Terkait penyebab pasti, Alshad masih menunggu hasil dari sampel yang ia kirim ke laboratorium.

Alshad juga berjanji akan menyampaikan ke publik terkait penyebab pasti kematian Cenora.

Oleh karena itu, adik Ipar Tara Budiman ini meminta warganet bersabar.

"Tapi tetap kita kirim sampel ke lab untuk bukti yang lebih pasti. Daripada menebak-nebak tanpa mengetahui apa yang terjadi, mending kita tunggu hasil akhirnya,"

"Pasti akan gue ceritain ke temen-temen semua ya. Gue juga masih nunggu hasil labnya," tutup Alshad.

Alshad Ahmad yang kini menjadi sorotan karena anak harimaunya mati.
Alshad Ahmad yang kini menjadi sorotan karena anak harimaunya mati. (Instagram)

Buntut dari kematian harimau Alshad Ahmad yang viral itu kini pihak KLHK bertindak.

Kematian harimau Alshad Ahmad memantik sorotan tajam KLHK.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turun tangan mengusut kasus kematian tujuh ekor harimau yang dipelihara oleh youtuber Alhsad Ahmad.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) KLHK
Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko menuturkan, yang bersangkutan memang memiliki izin penangkaran.

Karena itu tim KLHK segera menyelidiki kasus kematian harimau Benggala itu.

"Ada izin untuk penangkaran itu. Tim sedang teliti untuk kasus ini. Yang jelas harimau milik Alhsad ini adalah jenis Benggala bukan harimau Sumatera yang dilindungi," ujar Prof Satyawan saat dihubungi Tribunnews.com dikutip Tribun Jatim, Selasa (25/7/2023).

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Irawan Asaad.

Pihaknya kini tengah melakukan BAP untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian harimau.

Baca juga: KLHK dan TSI dan Smelting Lepasliarkan Dua Elang Jawa di Kawasan Taman Nasional Gede Pangrango

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved