Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Tulungagung

Bupati Tulungagung Memuji IKSPI Kera Sakti yang Sukarela Bongkar Tugu Perguruannya

Bupati Tulungagung memuji langkah IKSPI Kera Sakti yang membongkar sendiri tugu miliknya, perguruan silat lain diharapkan segera menyusul.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Rapat koordinasi rencana pembongkaran tugu perguruan pencak silat antara Forkopimda Tulungagung dengan sejumlah tokoh, Jumat (11/8/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, masih merumuskan upaya pembongkaran tugu perguruan silat.

Hingga saat ini, masih dilakukan upaya pendekatan, agar setiap perguruan silat mau membongkar sendiri tugu perguruannya.

Saat ini, terdata ada 112 tugu perguruan pencak silat di seluruh Tulungagung, 6 di lahan pribadi dan 106 di lahan pemerintah, baik pemerintah desa maupun pemkab.

Dari data itu, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mempunyai 69 tugu, PSNU Pagar Nusa mempunyai 30 tugu, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti 9 tugu, Porsigal 2 tugu dan Cempaka Putih 2 tugu.

Sejauh ini, baru IKSPI Kera Sakti yang sudah melakukan pembongkaran tugu miliknya di wilayah Kecamatan Rejotangan.

“Memang harus dibongkar, karena itu kami lakukan pendekatan. Kami lakukan sosialisasi melalui Bakesbangpol, Kodim dan Polres,” ujar Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Jumat (11/8/2023).

Maryoto Birowo memuji langkah IKSPI Kera Sakti yang sukarela membongkar tugu miliknya.

Ia berharap, langkah ini diikuti perguruan pencak silat dengan anggota besar, seperti PSHT dan PSNU Pagar Nusa.

Belum ada batas waktu pembongkaran, namun Maryoto Birowo menegaskan, semakin cepat dibongkar akan semakin baik.

Baca juga: KRONOLOGI Anggota Polisi Tertabrak Motor Massa Silat yang Nekat Berkonvoi Saat Malam Pengesahan

Salah satu usul yang masuk adalah mengubah tugu pencak silat di lahan milik pemerintah ini menjadi tugu Pancasila.

Namun Maryoto Birowo sekali lagi menekankan, semua upaya harus dilakukan dengan tanpa gesekan.

Pihaknya masih mempertimbangkan emosi dan ego anggota perguruan pencak silat dari kalangan anak muda.

“Ada kendala, karena banyak anggota perguruan yang mengedepankan egonya. Kami akan laksanakan instruksi dari atasan, bagaimana di daerah tetap aman dan nyaman untuk semua,” tegasnya.

Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi, mengatakan, saat ini fokusnya masih tugu perguruan pencak silat di lahan milik pemerintah.  

Baca juga: Suasana Mencekam Hari Kedua Pengesahan Perguruan Silat di Lamongan, 2 Polisi Terluka Kena Hujan Batu

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved