Berita Tulungagung
Sesepuh PSHT di Tulungagung Hapus Logo Perguruan di Tugu Pencak Silat, Sebut Dialihfungsikan
Sesepuh Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT di Tulungagung menghapus logo perguruan di tugu pencak silat, sebut akan dialihfungsikan.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sesepuh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur, bersama perangkat desa setempat menghancurkan logo perguruan di tugu pencak silat.
Tugu di Dusun Karanggude ini didirikan PSHT Sobontoro sejak 2018 lalu, bekerja sama dengan warga sekitar.
Logo pertama yang dihapus adalah dua trisula yang ada di bagian bawah.
Lalu disusul gagang pedang yang ada di atasnya yang mengapit logo bunga teratai.
Setelah itu, tugu pencak silat ini ditutup dengan kain banner, karena penghapusan logo ini akan dilanjutkan malam hari.
“Kami tutup supaya tidak ada yang salah paham atau menebar hoaks. Dikiranya nanti hancur karena dirusak orang lain,” ucap Didik, salah satu tokoh PSHT Sobontoro yang juga Ketua Ranting PSHT Boyolangu, Senin (14/8/2023).
Lanjut Didik, ada imbauan untuk menghancurkan tugu pencak silat di tanah milik pemerintah.
Namun pihaknya tidak menghancurkan tugu, melainkan mengalihfungsikan tugu.
Nantinya tugu dengan logo PSHT ini akan diganti dengan logo baru yang mewakili ikon Desa Sobontoro.
Baca juga: Tugu Perguruan Silat di Lahan Pemerintah Bisa Langsung Dibongkar, Bagaimana jika di Lahan Pribadi?
“Jadi bukan penghancuran tugu, tapi nanti dialihfungsikan untuk kepentingan desa. Mungkin diganti Pancasila atau gambar pahlawan nasional,” sambung Didik.
Ini adalah tugu pertama milik PSHT di wilayah Tulungagung yang diganti logonya.
Sebelumnya, IKSPI Kera Sakti juga sudah membongkar tugu pencak silat miliknya di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.
Pembongkaran tugu pencak silat ini bagian dari upaya menciptakan kondusivitas di Kabupaten Tulungagung.
Sebab hasil kajian di Polda Jatim, tugu pencak silat ini menjadi salah satu sumber gesekan antar anggota perguruan pencak silat di akar rumput.
Baca juga: Bupati Tulungagung Memuji IKSPI Kera Sakti yang Sukarela Bongkar Tugu Perguruannya
Didik menegaskan, penghapusan logo PSHT ini dilakukan secara sukarela.
“Kita hidup di negara hukum, ada pemerintahan, ada undang-undang. Kalau pemerintah menghendaki tidak ada tugu pencak silat, kita ikuti,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur telah menyurati bupati/wali kota, untuk membantu menertibkan tugu perguruan pencak silat di tanah milik negara tanpa izin.
Surat yang ditandatangani Kapolda, Irjen Pol Toni Harmanto tertanggal 27 Juni 2023 juga diterima Bupati Tulungagung.
Batas waktu pembongkaran yang dilakukan oleh para ketua perguruan pencak silat adalah Rabu (5/7/2023).
Baca juga: Suasana Mencekam Hari Kedua Pengesahan Perguruan Silat di Lamongan, 2 Polisi Terluka Kena Hujan Batu
Jika lewat dari tanggal 5 Juli 2023, maka bupati/wali kota diminta bantuan untuk melakukan pembongkaran.
Di Kabupaten Tulungagung terdata ada 112 tugu pencak silat, 106 di antaranya berdiri di tanah pemkab maupun pemerintah desa.
Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto juga mengirim surat serupa.
Namun surat tertanggal 26 Juni 2023 ini ditujukan kepada Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur.
Di dalamnya disebutkan, hasil koordinasi di Mapolda Jatim bahwa tugu perguruan pencak silat sebagai sumber konflik antar perguruan.
Baca juga: Jadi Pemicu Keonaran, Tugu Silat di Jatim Dirobohkan, Kapolda: Simbol-simbol Ini yang Buat Persoalan
Penertiban tugu perguruan pencak silat sebagai upaya untuk menjaga kerukunan dan mengantisipasi konflik antar perguruan.
Dalam surat itu, Kepala Bakesbangpol Jatim meminta bantuan Ketua IPSI Jatim, untuk mengimbau anggotanya membongkar tugu perguruan silat secara mandiri.
Batas akhir yang diberikan pada pertengahan Agustus 2023.
Persaudaraan Setia Hati Terate
PSHT
Kecamatan Boyolangu
Tulungagung
Desa Sobontoro
IKSPI Kera Sakti
pembongkaran tugu perguruan silat
TribunJatim.com
berita Tulungagung terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
Menyusul Kades Suratman, Pemilik Apotek Jadi Tersangka Dugaan Korupsi di Desa Tambakrejo Tulungagung |
![]() |
---|
Gerakan Cabut Paku Warnai Peringatan HUT ke-57 SMA Katolik Tulungagung |
![]() |
---|
Damri Buka Suara Terkait Pengurangan Armada Trayek Tulungagung-Ponorogo dan Potensi Trayek Baru |
![]() |
---|
Pohon Kawasan Hutan di Selatan Tulungagung Sengaja Dimatikan untuk Pertanian, Lahan Diperjualbelikan |
![]() |
---|
Rencana Pembangunan TPST Tulungagung di Dekat Pasar Hewan Terkendala Anggaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.