Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Dikira Bunker Ada di Bawah Gereja Lampung, Pihak Pengurus Bantah Pengakuan TikToker: Itu Septic Tank

Dikira bunker ada di bawah gereja Lampung, pihak pengurus bantah pengakuan TikToker, ternyata cuma septic tank.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Tribunnews.com - TikTok
Ilustrasi bunker disebut ditemukan di bawah gereja ternyata cuma septic tank 

Di samping motor Vega tampak sepeda anak warna pink bersandar di rak sepatu.

Bangunan pondok tersebut seluas sekira 20 meter kali 10 meter dengan bangunan cor permanen dua lantai. 

Penampakan bungker yang ada di Ponpes Semarang
Penampakan bunker yang ada di Ponpes Semarang (Tribun Jateng)

Terdapat dua meteran listrik  PLN di bangunan tersebut tertera nama tersangka Moh Anwar dan nama Pondok Pesantren Hidayatul Hikmah Al Kahfi.

Hasil penelusuran Tribun Jateng, ternyata lokasi bunker yang dimaksud berada di belakang rumah milik tersangka.

Keberadaan bunker tersebut  dibenarkan pula oleh warga sekitar yang mengaku pernah menyaksikan proses pembangunan bunker tersebut.

"Di pondok itu memang ada ruang bawah tanah, yang bangun Pak Bayu (tersangka) dibantu santri laki-lakinya yang disuruh gali gerongan (lubang)."

"Kerjanya sampai jam 1 dini hari, lalu tanah hasil galian dibawa keluar."

"Sepertinya ke pondok satunya di Rejosari," ucap warga sekitar pondok pesantren, Puji Astuti (43).

Penampakan bungker di Ponpes berisi Kyai cabul di Semarang
Penampakan bungker di Ponpes berisi Kyai cabul di Semarang (Kompas.com)

Pembangunan bunker tersebut sebenarnya sarat dengan konflik lantaran menyerobot tanah milik warga dekat pondok.

"Tanah yang gali itu milik kakak saya, Katanya beli. Tapi ya itu tidak jelas mana surat perjanjiannya," ungkapnya.

Persoalan tersebut sempat dilaporkan ke pihak Kelurahan dan Ketua RT setempat, tetapi diklaim Astuti tak ada respons.

"Sudah dilaporkan ke pihak Kelurahan, tidak ada tindak lanjutnya. Begitupun Ketua RT yang lama bukan yang ketua sekarang, tak pernah respons," bebernya.

Kendati begitu, ruang bawah tanah tersebut tetap dapat diselesaikan menjadi ruangan kamar.

"Membuatnya lama, ada setahunan lebih. Kabarnya ruangan bawah tanah itu bagus, saya sih belum pernah masuk," ujar Puji.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved