Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Ternyata Ayah Bawa Balita Mendaki Gunung Kerinci Berlatar Belakang Tak Biasa, Terkuak Keturunannya

Ternyata ayah bawa balita mendaki di Gunung Kerinci punya latar belakang keturunan tertentu, videonya sempat viral di media sosial.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Kompas.com
Akhirnya ayah balita yang mendaki Gunung Kerinci buka suara, beginilah ceritanya membawa sang anak saat mendaki. 

TRIBUNJATIM.COM - Terungkap ternyata ayah bawa balita mendaki di Gunung Kerinci berlatar belakang tak biasa.

Ayah bawa balita mendaki Gunung Kerinci itu memiliki keturunan pendaki.

Hal itulah yang membuat Rudy ayah dari balita mendaki Gunung Kerinci itu nekat membawa sang anak.

Belakangan terkuak keturunan Rudy yang keluarganya sudah sangat berpengalaman di bidang pendakian.

Rudy akhirnya mengurai alasan membawa anaknya mendaki Gunung Kerinci.

Rudy Kukuh Setiawan, ayah dari balita yang mendaki Gunung Kerinci, Jambi viral di media sosial.

Rupanya, Rudy telah mengajak putrinya bernama Isyanna Reviline Stywan disapa Anna, sudah mendaki 22 gunung sejak usia 4 bulan.

Gunung Kerinci merupakan gunung ke 22 yang didakinya di usia 1 tahun 7 bulan.

Latar belakang keluarga Rudy ternyata memang memiliki latar belakang keluarga pendaki.

Dia pun ingin menurunkan kebiasaan mendaki gunung ini kepada anak-anaknya, termasuk Anna yang baru lahir pada 31 Januari 2022 lalu.

Baca juga: Cerita Sebenarnya di Balik Balita Diajak Naik Gunung Kerinci, Petugas Pos Urai Fakta: Didampingi

Mulai dari kakek, paman, ayah dan ibu dari Anna merupakan mahasiswa pecinta alam (mapala) ketika di kampus.

Rudy juga pernah menjadi relawan SAR saat kuliah.

“Sekarang saya berhenti menjadi relawan SAR karena sudah berkeluarga. Istri saya juga suka mendaki. Dia anak Mapala,” kata Rudi menjelaskan.

Persiapan matang sebelum mendaki Rudy mengaku sudah menyiapkan segala keperluan, termasuk soal keselamatan, saat membawa Anna.

Cuplikan seorang balita yang ikut pendakian Gunung Kerinci bersama orang tua, cerita sebenarnya terungkap.
Cuplikan seorang balita yang ikut pendakian Gunung Kerinci bersama orang tua, cerita sebenarnya terungkap. (Tribun-Sulbar.com)

"Untuk keamanan anak saya, sebulan sebelum mendaki saya sudah mapping, Mas, untuk melihat kondisi jalur, sumber air, dan medan yang berbahaya di Gunung Kerinci,” kata Rudy melalui sambungan telepon, Senin (11/9/2023), seperti dikutip Tribun Jatim dari Kompas.com

Ia mengatakan, pemetaan dilakukan oleh adik iparnya yang sedang berkegiatan di Gunung Kerinci.

Sehingga dia telah mendapatkan data-data lengkap terkait Gunung Kerinci seperti jalur, sumber air, tempat aman dari angin untuk mendirikan tenda, serta mencari porter yang profesional.

Bahkan, ketika naik gunung membawa Anna, situasi pendakian dibuat berbeda dari yang biasa dilakukan.

Dia tidak akan memaksakan diri untuk summit atau menuju puncak apabila keadaan tidak aman.

Baca juga: KRONOLOGI Mahasiswa UB Tewas saat Mendaki Gunung Arjuno, Berhenti di Pos 2: Tak Sadarkan Diri

Rudy mengatakan, saat Anna berumur 4 bulan, dia sudah dibawa ke Gunung Butak perbatasan Malang dan Blitar Jawa Timur.

Selanjutnya pada usia 5 bulan, Anna sudah mendaki Gunung Agung, Bali.

Kemudian pada usia 6 bulan, balita ini sudah mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

“Anak saya bawa mendaki setiap bulan. Sekarang sudah 22 gunung didaki,” kata Rudy.

Baca juga: Kurir Mendaki Puncak Gunung 5 Jam Demi Antar Pizza Pelanggan, Ongkos Kirim Rp 4,3 Juta, Curhat Sulit

Sebelumnya, cerita sebenarnya dari video viral balita mendaki Gunung Kerinci itu akhirnya terungkap.

Petugas Pos R10 atau pos registrasi pendakian Gunung Kerinci bernama Dudung akhirnya membongkar apa yang sebenarnya terjadi dalam video.

Dudung menjelaskan, video itu direkam pada bulan Agustus lalu.

Rupanya video tersebut adalah video lama yang kembali tersebar.

Saat itu ada rombongan pendaki dari Surabaya yang melakukan pendakian selama dua hari, 15-17 Agustus 2023.

"Video pendakian orangtua yang membawa anak balitanya itu sudah lama," katanya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Minggu (10/9/2023), seperti dikutip Tribun Jatim

Dudung membenarkan ada balita yang diajak dalam pendakian itu.

Namun, sebelum mendaki orangtua balita sudah menandatangani surat pernyataan akan bertanggung jawab penuh karena mengajak anak di bawah umur.

Baca juga: FATAL Dampak Kebakaran Gunung Bromo Imbas Flare, Fotografer Merugi Sampai Kodim Datangkan Helikopter

Selain itu, orangtua balita tersebut juga mengajak porter lokal untuk mendampingi pendakian.

"Kami sudah jelaskan secara detail. Kedua orangtua balita saat melapor ke petugas pendakian, mengaku hanya naik sebatas shelter 1. Lalu pulang," kata Dudung.

"Pendakian bersama balita yang dilarang sesuai SOP itu apabila tidak didampingi oleh guide atau porter," ujarnya.

Sementara itu, menurut Dudung, orangtua balita di video yang beredar luas itu sudah menggunakan jasa porter dan juga menandatangani surat pernyataan yang diberikan dari petugas.  

Bayi yang diajak mendaki Gunung Kerinci
Bayi yang diajak mendaki Gunung Kerinci (Kompas.com)

Dudung menegaskan, untuk syarat pendakian sudah sesuai prosedur, termasuk melengkapi data diri waktu registrasi.

Selain itu juga menyertakan identitas diri serta keterangan sehat.

“Bagi yang belum memenuhi data diri seperti di atas semua berhubungan dengan simaksi tiket yang dikeluarkan oleh taman Nasional khususnya untuk pendakian tidak ada asuransinya,” tegas Dudung.

Sebelumnya, di media sosial memang ramai sorotan terhadap video orang tua mengajak anak balitanya untuk naik gunung.

Seorang pendaki viral di media sosial karena membawa balita ke Gunung Kerinci di Jambi.

Dalam video yang beredar terlihat seorang lelaki sedang bersama anak balita berada di puncak Gunung Kerinci.

Balita itu menggunakan jaket tebal merah muda dan ayahnya mengenakan topi dengan perlengkapan pendaki.

"Video pendakian orangtua yang membawa anak balitanya itu sudah lama," kata Petugas Pos R10 atau pos registrasi pendakian Gunung Kerinci, Dudung melalui pesan singkat, Minggu (10/9/2023).

Baca juga: Keran Air Warga Gunung Sindur Keluar Bensin, Buat Mandi - Jadi Bahan Bakar Motor, SPBU Diselidiki

Pendakian orangtua dan balitanya itu hanya dua hari yakni dari 15 sampai 17 Agustus 2023.

Mendaki dengan membawa balita memang sesuai aturan dilarang apabila dilakukan tanpa didampingi porter lokal yang berpengalaman.

"Pendakian bersama balita yang dilarang sesuai SOP itu, apabila tidak didampingi oleh guide atau porter," ujarnya.

Dengan begitu pendakian rombongan dari Surabaya itu, tidak hanya menggunakan jasa porter, tetapi orangtua balita itu juga sudah menandatangani surat pernyataan yang diberikan dari petugas.

Dalam surat pernyataan itu, semua yang terjadi dalam melakukan kegiatan pendakian di luar tanggung jawab pihak pos atau pengelola.

Balita diajak mendaki gunung, videonya viral di sosial media
Balita diajak mendaki gunung, videonya viral di sosial media ()

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved