Siswi SD di Gresik Buta Dicolok Tusuk
Fakta Terbaru Kasus Siswi SD Buta Dicolok Tusuk Pentol di Gresik, Polisi Periksa 12 Saksi: CCTV
Sebanyak 12 saksi sudah diperiksa terkait kasus SA (8) siswi kelas 2 SD yang mengalami kebutaan usai dicolok tusuk pentol.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sebanyak 12 saksi sudah diperiksa terkait kasus SA (8) siswi kelas 2 SD yang mengalami kebutaan usai dicolok tusuk pentol.
Polres Gresik sedang menunggu hasil analisa DVR (Device Video Recorder) CCTV yang dilakukan laboratorium forensik Polda Jawa Timur.
Hal ini disampaikan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom usai mendatangi rumah SA di Kecamatan Menganti, dalam kasus siswi SD buta dicolok tusuk pentol.
SA sudah menjalani pemeriksaan psikologi di RS Bhayangkara, harapannya sekaligus menjadi trauma healing.
Baca juga: Hasil Visum SA Siswi SD Buta Dicolok Tusuk Pentol di Gresik, Polisi: Tak Ada Pendarahan Pada Mata
"Kami juga sudah memanggil 12 saksi dan meminta bantuan analisa DVR CCTV di Labfor Polda Jatim. Secepatnya hasilnya keluar akan kami informasikan," kata Kapolres, Selasa (19/9/2023).
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pihaknya datang ke Kecamatan Menganti bersama jajaran Kepala OPD terkait.
"Insya Allah kami semaksimal mungkin mendampingi korban, agar traumanya tidak berkepanjangan. Sehingga mentalnya bisa pulih, dan melanjutkan sekolah kembali," tutur Gus Yani, sapaan Bupati Gresik.
Usai kejadjan 7 Agustus 2023 lalu itu, korban diketahui trauma dan takut untuk pergi bersekolah.
Baca juga: Pakaiannya Dianggap Terlalu Seksi, Penjaga Warkop di Telaga Ngipik Gresik Didatangi Satpol PP
"Dinas Pendidikan dalam waktu dekat juga survei mencarikan sekolah baru untuk korban, Pindah sekolah di sekitar Randupadangan. Sekolah sekitar tetangga desa, mana yang cocok dan mana yang menyenangkan, sehingga korban bisa kembali sekolah. Masa depannya masih panjang, mengejar cita - cita," terangnya.
Lanjut pihaknya juga menegaskan akan membantu pemeriksaan dan pengobatan SAH. Salah satunya terkait pemeriksaan MRI di Surabaya.
"Kalau mental dan psikologi korban sudah normal, pemeriksaan MRI akan dilakukan besok atau lusa. Semoga tidak ada yang membahayakan pada mata korban," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kapolres-Gresik-AKBP-Adhitya-Panji-Anom-bersama-Bupati-Gresik.jpg)