Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Isi Media Sosial MK Pembully Siswa SMP Cilacap Kontras, Sering Posting Konten Religi, Kini Dihujat

Kasus siswa SMP Cilacap dibully kakak kelas kini tengah menjadi perhatian publik usai videonya viral di media sosial.

Instagram/terang_media dan Tribun Jateng
Akun media sosial MK yakni kakak kelas pembully siswa SMP Cilacap tersebut diburu warganet. Tak hanya itu, akun media sosial diduga milik orangtua pelaku juga ikut diserang warganet. 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus siswa SMP Cilacap dibully kakak kelas kini tengah menjadi perhatian publik usai videonya viral di media sosial.

Usai kejadian, media sosial MK yakni kakak kelas pembully siswa SMP Cilacap tersebut diburu warganet.

Tak hanya itu, akun media sosial diduga milik orangtua pelaku juga ikut diserang warganet.

Adapun isi media sosial MK begitu kontras dengan kelakuannya yang kini membully adik kelasnya berinisial FF.

MK (15), siswa kelas 9 di Cilacap, Jawa Barat itu beberapa kali terlihat mengunggah foto dengan keterangan yang religi.

"Jika tidak bisa berlomba dengan orang shaleh dalam hal ibadah, maka berlombalah dengan para pendosa dalam hal istighfar," tulisnya, dikutip dari Tribun Sumsel.

Baca juga: Ternyata Siswa SMP Cilacap Diserang Kakak Kelas 38 Kali, Pakar Tegas Sudah Bukan Bully: Penganiayaan

Selain itu, dirinya juga memiliki akun YouTube berisi kegiatannya mengikuti kajian.

Namun imbas perbuatannya membully adik kelasnya FF, unggahan konten dari MK justru ramai dihujat warganet.

"Diiket muka nya kasih sambel juga nangis"

"Pemburu penjarasmoga lu memvusuk y di penjara... jikapun kluar habis lu sama warga"

"Muka sama kelakuan di samain buruk nya yah dek"

"Statusma teu sarua jng kalakuana hariwang," tulis sejumlah netizen.

Baca juga: Nasib Siswi SD Dulu Korban Bully, Kini Pindah Sekolah Dilecehkan Petugas Keamanan, Psikisnya Kacau

Akun media sosial MK, pembully siswa SMP Cilacap diserang warganet termasuk akun diduga milik ortu pelaku. Isi begitu kontras dengan kelakuannya.
Akun media sosial MK, pembully siswa SMP Cilacap diserang warganet termasuk akun diduga milik ortu pelaku. Isi begitu kontras dengan kelakuannya. (via Tribun Sumsel)

Tak sampai di situ saja, akun diduga milik orangtua pelaku ikut terimbas.

Publik dibuat kesal dengan tindakan pelaku sehingga tak segan balik menegur orangtua pelaku.

"Bang. Kalo anak saya hajar anak orang. Anak saya yang saya geprek sendiri. Anak nakal berarti saya sebagai ortu juga gagal. Bagaimana dengan anda???,"

"Pak anaknya masuk pondok pesantren lagi selamat ulang tahun,"

"Pak pak, lihat anakmu sekarang!"

"Kasian gegara anaknya org tuanya jadi kena amuk netizen,"

Baca juga: Alasan Siswa Bacok Guru Jaga Ujian, Ucap Salam Sebelum Masuk Kelas, Kini Masih Keliaran usai Kabur

Sebelum akun media sosialnya ramai diamuk massa, orangtua pelaku sempat mengurai rasa bangga ke MKY.

Terlebih pelaku kabarnya pernah meraih prestasi di bidang pendidikan.

Dalam akun Instagram sekolah, pelaku pernah diposting sebagai juara tartil putra dalam lomba MAPSI SMP Se-Kecamatan Cimanggu.

Lomba tartil adalah lomba membaca Alquran secara Murattal/tadarus dengan menggunakan qiraat.

Selain itu, orangtua pelaku juga pernah mengurai unggahan yang menunjukkan rasa bangga ke pelaku.

Ibunda pelaku, N mengaku bangga saat anaknya mau tinggal di pesantren.

"Denger kamu betah di pondok rasanya senang banget mang. Walau agak kurusan sekarang mah. Tapi gpp yang penting sehat," kata ibunda pelaku.

Baca juga: Alasan Soleh Siswa SMK Jadi Pemulung, Cari Barang Bekas Demi Rp25 Ribu, Mimpi Ingin Buka Angkringan

Postingan diduga ibunda MK, pembully siswa SMP Cilacap sebelum viral.
Postingan diduga ibunda MK, pembully siswa SMP Cilacap sebelum viral. (Facebook via Tribun Sumsel)

Viral di media sosial

Sebelumnya, video penganiayaan yang dilakukan MK kepada adik kelasnya FF viral di media sosial.

MK menganiaya FF dengan cara ditendang, dipukuli hingga diseret.

Aksi itu dilakukan MK di belakang sekolah dan dilihat beberapa siswa.

Namun siswa lain tak ada yang berani melerai MK.

"Udah cuy,udah," teriak siswa lain.

"Misahke sing, gelut sekabehan! (Misahin aku, gelut semuanya)," teriak pelaku.

Mendengar hal itu, teman-teman pelaku diam tak berkutik.

Sementara itu, pelaku MK pun sudah dijemput anggota Polresta Cilacap pada Selasa (26/9/2023).

Warga pun bersorak bahagia saat pelaku dijemput polisi.

Kasus ini terbongkar setelah FF pulang sekolah dengan kondisi wajah luka.

Kakak FF lalu melaporkan kejadian yang menimpa adiknya ke polisi.

Wakapolresta Cilacap, AKBP Arif Fajar Satria menuturkan, pihaknya menerima laporan kasus tersebut dari Kapolsek Cimanggu pada Selasa (26/9) sore sekira pukul 15.00 WIB.

Dikatakan, pelaku kesal kepada korban dan tidak terima karena korban mengaku menjadi bagian anggota kelompoknya kepada siswa sekolah lain.

"Jadi kakaknya ini menengarai korban FF yang saat pulang sekolah banyak terdapat luka di bagian tubuhnya. Kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian setempat, dan Kapolsek langsung melakukan cross check," katanya,

Bahkan dalam penjemputan ini, Polresta Cilacap mengerahkan 120 personel untuk pengamanan.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved