Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Hotman Paris Sentil Balik Ayah Mirna Usai Disebut Tak Bisa Bebaskan Jessica, Bahas Paper Bag

Hotman Paris ditantang oleh ayah Wayan Mirna Salihin tak bisa bebaskan Jessica Kumala Wongso.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
YouTube/Karni Ilyas Club - Instagram/hotmanparisofficial
Ayah Wayan Mirna Salihin sebut Hotman Paris tak bisa bebaskan Jessica Kumala Wongso 

Di mana prinsip pentingnya dua alat bukti untuk menetapkan tersangka kepada seseorang sangat lemah dan hanya berpedoman keyakinan hakim.

"Tidak diterapkan prinsip beyond reasonable doubt yang harus ada dua alat bukti sebelum seseorang dipidana," ungkapnya.

"Tapi lebih menonjol prinsip keyakinan hakim," tambah sosok pengacara yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia hukum ini.

Menurut Hotman Paris, di Eropa dan Amerika Serikat, seseorang tidak bisa divonis hukuman berat seperti halnya Jessica Kumala Wongso apabila buktinya masih ragu-ragu.

Sehingga sebuah bukti yang bisa menjerat seseorang sebagai pembunuh harus pasti atau absolutely, dimana artinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun.

Baca juga: Cerita Uang Tutup Mulut Kasus Kopi Sianida Dikirim ke KPK, Alasan Jessica Wongso Tak Boleh Wawancara

"Artinya harus ada bukti telak. Dalam kasus Jessica bukti telak itu tidak ada."

"Saya tidak tahu kesalahan siapa ini, apakah tim pengacara atau tidak, saya tidak tahu," imbuh Hotman Paris.

Hotman Paris juga sanksi dengan saksi ahli yang memberatkan Jessica Kumala Wongso.

Pasalnya kata Hotman Paris, saksi ahli bisa mendeteksi racun sianida diletakkan jam berapa.

Padahal saksi tersebut baru bisa memeriksa racun beberapa minggu setelah kematian Mirna Salihin.

Sehingga aneh kata Hotman Paris, apabila saksi ahli bisa tahu jam berapa racun tersebut diletakkan ke gelas Wayan Mirna Salihin.

Sebab hanya Tuhan yang bisa tahu, jam berapa racun tersebut diletakkan ke gelas Wayan Mirna Salihin.

"Jadi bagaimana mungkin bisa tahu jam berapa racun itu diletakkan, hanya Tuhan apakah ada racun dan diletakkan jam berapa," bebernya.

Hotman Paris menduga bahwa keterangan saksi dibuat-buat, sehingga sama persis dengan waktu kedatangan Jessica Kumala Wongso di meja yang sudah dipesannya.

"Jadi seolah-olah sudah ada Jessica di TKP pada saat racun tersebut dimasukkan ke dalam gelas."

"Sehingga tentu orang akan beranggapan satu-satunya yang meletakkan racun itu Jessica karena jam bersamaan," beber Hotman Paris.

Hal itu oleh Hotman Paris diprotes keras.

Karena menurutnya, mustahil seorang ahli bisa mengetahui persis jam berapa racun sianida dimasukan ke dalam gelas seseorang.

"Itu saya protes keras. Karena tidak mungkin ahli bisa mengetahui jam berapa racun ini dimasukkan kalau dia hanya sebagai ahli," bebernya.

Wartakotalive.com sudah mencoba hubungi Hotman Paris Hutapea terkait dengan video yang kirim di akun media sosialnya.

Wartakotalive.com sudah memohon izin kepada Hotman Paris Hutapea untuk mengutip isi Instagram, tetapi hingga berita ini dimuat, pesan tersebut belum dijawab.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved