Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pelawak Eko Londo Meninggal

Kisah Anak Soal Pengasuhan Eko Londo Pada Lima Anaknya, Tak Pernah Paksa Jadi Seniman: Egaliter

Selama ini, ayahanda selalu menerapkan prinsip egaliter kepada kelima anaknya. Eko Londo tak pernah memaksa anaknya untuk mengikuti keinginan orangtua

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Herlina Puspita Sari (35) anak ketiga Eko Untoro Kurniawan (66) alias Eko Londo, pelawak legendaris Surabaya jebolan Grup Lawak Legendaris Srimulat yang meninggal dunia setelah koma selama sebulan karena luka akibat kecelakaan lalu lintas, menceriakan sosok sang ayah dari segi perenting. 

Yakni sang ayah selalu perhatian dengan meluangkan waktu mengantarkan dirinya ke tempat bekerja, meskipun telah dewasa. 

Baca juga: Sosok Eko Londo Srimulat Pelawak Surabaya yang Meninggal Dunia, 1 Bulan Dirawat di RS, Gegar Otak

Selain itu, sang ayah juga terbilang rutin untuk membantu dirinya mengantar anaknya atau cucu ke sekolah atau tempat kegiatan ekstrakurikuler olahraga. 

"Beliau gak mau diam di rumah. Karena ngerasa badannya sakit semua katanya. Ya kebiasaan dari muda aktif terus," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, Eko Untoro Kurniawan (66) alias Eko Londo, pelawak legendaris Surabaya jebolan Grup Lawak Legendaris Srimulat meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama sebulan karena luka yang dialaminya akibat kecelakaan lalu lintas. 

Informasinya, Eko Londo meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB, Jumat (24/11/2023). Jenazah telah dibawa ke rumah duka Jalan Kembang Kuning Kulon 2 No 21 A, Pakis, Sawahan, Surabaya, sekitar pukul 11.25 WIB. 

Rencananya, jenazah Eko Londo akan disalatkan di Masjid Rahmat, sekitar pukul 15.00 WIB, atau setelah ibadah Salat Asar berjamaah. Kemudian, jenazah Eko Londo akan dikebumikan di TPU Kembang Kuning, Surabaya. 

Diberitakan sebelumnya, Eko Londo mengalami kecelakaan di Jalan dr Soetomo. Berdasarkan keterangan saksi, warga Kembang Kuning Kulon, Kecamatan Sawahan tersebut, tengah menaiki sepeda motornya yang berjenis matic bernopol L-6828-AXL, pada Kamis (26/10/2023). 

"Saksi melihat korban melaju dari arah timur ke barat, setibanya di Jalan dr Soetomo korban kehilangan kendali sepeda motornya," kata Kabid Darlog BPBD Surabaya, Buyung Hidayat , ketika dikonfirmasi melalui pesan.

Akibatnya, Eko Londo langsung terpental dari sepeda motor yang dikendarainya tersebut, hingga ke pedestrian.

Warga yang melihat hal itu langsung mendatanginya untuk memberikan pertolongan.

"Korban mendapatkan pengecekan dan penanangan di lokasi oleh rekan-rekan PMI (Palang Merah Indonesia). Korban menglami luka robek di muka atau pipi kanan dan lecet di bahu, kondisinya tidak sadar," jelasnya.

Kemudian, petugas membawa Eko Londo ke RSUD dr Soetomo agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Seorang sahabat bernama Heri Suryono alias Cak Suro menjelaskan, Eko Londo mengalami tak sadarkan diri pasca kecelakaan.

"Sampai sekarang koma di ICU (RSUD dr Soetomo)," kata Cak Suro, dikutip dari Kompas.com.

Akibat kecelakaan tersebut, kata Cak Suro, satu tulang yang ada di leher bagian belakang Eko Londo mengalami kerusakan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved