Berita Gresik

Sejumlah Desa di Gresik Terendam Banjir Luapan Kali Lamong, Rumah Warga hingga Sawah Terdampak

Sejumlah desa di Gresik terendam banjir luapan Kali Lamong, rumah-rumah warga, jalan hingga area pertanian terdampak.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Sejumlah desa di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, terendam banjir luapan Kali Lamong, Jumat (8/12/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sejumlah desa di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, terendam banjir luapan Kali Lamong, Jumat (8/12/2023).

Banjir merendam enam desa di wilayah Balongpanggang.

Informasi yang dihimpun, pada Kamis (7/12/2023) kemarin, di Kabupaten Mojokerto serta Kabupaten Lamongan dan sekitarnya, terjadi hujan sagat lebat hingga Kali Lamong tidak bisa menampung air hujan.

Karena debit air bertambah semakin banyak, air meluber ke jalan poros desa, jalan lingkungan, serta merusak beberapa fasilitas umum dan area pertanian di wilayah Kecamatan Balongpanggang.

"Banjir merendam desa-desa di wilayah Kecamatan Balongpanggang, air mulai datang pada pukul 05.00 WIB," kata Camat Balongpanggang, M Amri, Jumat (8/12/2023).

Desa Sekarputih direndam banjir dengan ketinggian air 30 centimeter, ada 95 rumah warga terendam banjir, jalan lingkungan sepanjang 600 meter dan 30 hektare area pertanian juga terendam air.

Kemudian Desa Dapet ketinggian air mencapai 20 centimeter, 20 rumah warga dan 15 hektare area pertanian terendam air.

Desa Banjaragung dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter, dan merendam 50 hektare area pertanian.

Desa Wotansari ketinggian air sampai 60 centimter, 270 rumah terendam dan 35 hektare area pertanian terdampak.

Desa Ngampel direndam air dengan ketinggian mencapai 20 centimeter.

Kemudian Desa Karangsemanding direndam air dengan ketinggian mencapai 30 centimeter, 15 rumah kebanjiran, dan 15 hektare sawah terendam.

Sementara itu, banjir di Desa Dapet, Balongpanggang, merendam tiga dusun. Yakni Dusun Kedungdowo, Dusun Sugihwaras, dan Dusun Dapet.

Kepala Dusun Kedungdowo, Hiyup Paryono mengatakan, banjir pertama kali masuk ke Dusun Kedungdowo sekitar pukul 01.00 WIB.

Menurutnya, banjir sudah menggenangi sekitar puluhan rumah warga yang berada di bantaran sungai. Termasuk puluhan hektare lahan persawahan dan jalan lingkungan.

"Ketinggian air bervariasi, yang ada di bantaran sungai kami minta untuk waspada," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved