Imbas Tewasnya Santri, Tim KBPPA Pemkab Gresik Terjunkan Psikososial Bagi Santri di Ponpes Al-Amin

Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai kepedulian dan perlindungan terhadap anak.

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Alga W
Istimewa
PSIKOSOSIAL - Tim relawan dari Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik ke Ponpes Al-Amin Mojowuku, Kecamatan Kedamean, untuk memberi pendampingan psikologis kepada santri akibat musibah seorang santri tewas, Jumat, (8/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • KBPPPA melakukan pendampingan psikososial terhadap anak-anak di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amin.
  • Kegiatan tersebut dilakukan menyusul musibah seorang santri yang mengakhiri hidupnya.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) melakukan pendampingan psikososial terhadap anak-anak di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amin. 

Kegiatan tersebut dilakukan setelah ada musibah seorang santri yang mengakhiri hidupnya.

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Gandeng Komunitas Pecinta Kereta Api Kampanyekan Anti Pelecehan Seksual

Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan terhadap anak.

Tepatnya untuk memastikan kondisi psikologis anak-anak di lingkungan pondok tetap terpantau dengan baik. 

Tim psikososial yang hadir terdiri dari Plt Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak-Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak (PPA-PUHA), Kepala UPT PPA, serta staf pendamping.

Kunjungan tersebut untuk melakukan asesmen awal dan pendampingan terhadap anak-anak terdampak atas musibah seorang santri meninggal dunia akibat gantung diri.

"Hasil asesmen, menunjukkan terdapat empat anak yang mengalami dampak emosional dan memerlukan perhatian serta pendampingan lanjutan," kata Titik Ernawati, Jumat (8/5/2026).

"Secara umum, anak-anak masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, namun tetap membutuhkan dukungan psikologis, agar kondisi emosional mereka tetap stabil dan terjaga," imbuhnya.

Lebih lanjut, Titik Ernawati menambahkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi semua pihak, untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dan kondisi emosional anak.

"Setiap anak memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan perasaan dan emosinya. Karena itu, peran orang tua, guru, pengasuh, maupun lingkungan sekitar sangat penting untuk hadir, mendengarkan dan memberi dukungan kepada anak," imbuhnya.

Oleh karena itu, Titik Ernawati menegaskan, pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, hangat dan suportif bagi tumbuh kembang anak secara mental maupun emosional.

Kehadiran tim psikososial menunjukkan Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus memberi perlindungan, pendampingan dan layanan terbaik bagi anak-anak, untuk memastikan terpenuhinya hak anak atas rasa aman dan dukungan psikososial.

"Sebagai tindak lanjut, Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik bersama Puspaga Dewi Sekardadu dan UPT PPA melaksanakan layanan konseling dan terapi psikologis  bersama psikolog pendamping bagi anak-anak terdampak," katanya. 

Diketahui, telah terjadi musibah seorang santri di Ponpes Al-Amin Mojowuku, Kecamatan Kedamean, meninggal akibat mengakhiri hidupnya, Rabu (6/5/2026).

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved