Buang Nasi Bungkus Pemberian Warga Aceh, Pengungsi Rohingya Ungkap Alasannya: Suka Makanan Pedas
Publik Indonesia geram melihat pengungsi Rohingya karena dinilai tidak tahu terima kasih.
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Ia mengusulkan agar mereka ditampung untuk mendapatkan kehidupan yang layak di berbagai pulau di Indonesia.
"Kalau saja memang mereka dipandang layak untuk tinggal di Indonesia, maka pemerintah mesti menyiapkan mereka lahan pekerjaan dan tempat yang bisa mereka garap, karena Indonesia kan luas punya banyak pulau, itu ide saya," kata Ustaz Derry Sulaiman.
Namun jika kedatangan para pengungsi dianggap tidak layak untuk tinggal di Indonesia, pemerintah bisa memulangkan pengungsi Rohingya ke negaranya dengan cara baik.
"Kalau pemerintah tidak mengizinkan, pulangkan mereka dengan terhormat," sambungnya.
"Bagaimana pun juga mereka adalah manusia, apalagi sebagian besar mungkin semuanya muslim," kata Ustaz Derry Sulaiman.
Ia menilai bahwa para pengungsi tersebut tidak berniat buruk datang ke Indonesia.
"Saudara muslim kita enggak mungkin dia berniat buruk untuk datang ke Indonesia."
"Pasti mereka hanya ingin berhijrah dari Bangladesh, dari Rohingya, ke Indonesia," beber Ustaz Derry Sulaiman.
Lebih lanjut Ustaz Derry Sulaiman menuturkan, para pengungsi Rohingya adalah korban oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Mereka hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang menjual kebaikan Indonesia, keramahan, dan keindahan orang Indonesia."
"Sehingga mereka tertarik untuk pergi ke Indonesia, dan mereka sebetulnya korban," katanya.

Ustaz Derry Sulaiman juga menyarankan agar masyarakat tidak perlu mencaci maki para pengungsi Rohingya jika memang tidak layak menetap di Indonesia.
Tak hanya itu, Ustaz Derry Sulaiman juga menyampaikan kesediaannya untuk menampung para pengungsi Rohingya apabila pemerintah mengatakan secara terbuka tak sanggup.
"Kalau ini memang bisa diuruskan tolong pemerintah siapun yang mendengar video ini, insyaallah saya siap menerima semua pengungsi Rohingya yang ada di Aceh," tegasnya.
Ustaz Derry Sulaiman mengatakan, para pengungsi Rohingya nantinya bakal ditampung di pesantren yang ia bangun bersama temannya.
Bahkan dia sudah menyiapkan lahan dua hektar untuk menampung mereka semua.
Selain itu dia juga siap mencarikan para pengungsi pekerjaan yang layak selama berada di Indonesia.
"Saya sekarang sedang bangun pesantren di Tasikmalaya, Pesantren di DSAS, bersama dengan teman-teman saya. Ada dua hektar lahannya di sana," katanya.
Oleh karena itu Ustaz Derry Sulaiman terbuka untuk membantu para pengungsi Rohingya hingga mencarikan mereka pekerjaan.
"Insyaallah mereka bisa bekerja di sana, belajar di sana, dan juga ada pabrik garmen Al-Luthfi di sana. Insyaallah saya akan carikan mereka pekerjaan di sana," sambungnya.
"Saya siap menerima mereka dengan hati yang lapang, insyaallah karena Allah," tandas Ustaz Derry Sulaiman.
Tak lama sejak diunggah, video tersebut viral dan langsung tersebar di mana-mana.
Kini hingga tulisan ini, dimuat video tersebut sudah dihapus oleh sang ustaz.
Setelah viral atas pernyataannya, Ustaz Derry Sulaiman minta maaf batal tampung pengungsi Rohingya.
Buntut dari pengakuannya, Ustaz Derry Sulaiman meminta maaf kepada seluruh warga Tasikmalaya atas polemik video yang sempat diunggahnya.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada warga Tasikmalaya dan kepada keluarga besar garmen Al-lutfi milik Haji Yayan dan Teh Ressy ya."
"Kebetulan beliau adalah orang yang mewakafkan tanah untuk pembangunan pesantren DSAS," ucapnya, melansir Tribun Medan.
Ustaz Derry Sulaiman mengaku, video yang belakangan memicu polemik di masyarakat, merupakan hal yang spontan untuk menanggapi komentar yang tidak nyambung.
"Jadi itu spontan saya buat," kata Ustaz Derry Sulaiman.
"Spontan untuk menanggapi komentar julid yang tidak nyambung dengan konten saya."
"Jadi saya menanggapi ini sarkas saya kepada yang menulis komentar," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa soal penempatan pengungsi Rohingya yang ada di Aceh ke Tasikmalaya tersebut tidak mungkin terjadi.
Sehingga ia berharap bahwa warga Tasikmalaya tidak perlu khawatir dengan hal itu.
Usulan Dewan Kesenian Demi Majukan Kebudayaan di Kota Batu, Singgung Perda dan Museum |
![]() |
---|
Hasil Kolaborasi Pemkot dan Kejari Kota Malang, Kini 25 Anak Sah Miliki Status Perwalian |
![]() |
---|
Sosok Affan Driver Ojol yang Dilindas Brimob Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Ayah Tuntut Keadilan |
![]() |
---|
Mbah Marsuna Meringis Dibawa Keluarganya ke Kantor Damkar, Jari Sudah Bengkak dan Terluka |
![]() |
---|
BPN Kediri Merespons Aksi Warga Puncu, Akan Lakukan Pencocokan Ulang Data Peta Tanah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.