Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Emak-emak Pusing Harga Beras Tak Seindah Janji Pemerintah, Jawaban Jokowi Ngambang, Anak Jadi Korban

Emak-emak tampak pusing harga beras ternyata kini tak seindah janji pemerintah, tanggapan Jokowi soal harga beras masih mengambang.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Tribun Cirebon
Ilustrasi emak-emak pusing harga beras naik hingga anak jadi korban 

TRIBUNJATIM.COM - Emak-emak tampak mengutarakan rasa pusing karena harga kebutuhan pokok seperti beras yang naik tidak karuan.

Emak-emak di Kebagusan misalnya pusing harga beras tak seindah janji pemerintah selama ini.

Jawaban Jokowi menanggapi hal tersebut juga tampak mengambang.

Bak diberi harapan kosong oleh pemerintah, emak-emak dibuat pusing hingga anak yang jadi korbannya.

Sebelumnya, janji penurunan harga beras memang disampaikan oleh ayah Gibran Rakabuming Raka itu.

Presiden Joko Widodo memastikan harga beras sudah turun dalam dua minggu ke depan. Hal ini dia sampaikan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (15/2/2024) lalu.

Ketika itu Jokowi menjelaskan bahwa suplai beras sedikit demi sedikit kembali aman di pasar.

Permasalahan suplai yang menjadi salah satu penyebab kelangkaan beras sudah diselesaikan lewat pengiriman beras dari Perum Bulog ke daerah maupun ke Pasar Induk Cipinang.

Setelah hampir dua minggu, pernyataan ayah Gibran Rakabuming Raka itu belum juga terlihat “hilalnya”.

Berdasarkan pantauan Kompas.com yang dikutip Tribun Jatim pada laman infopangan.jakarta.go.id, Kamis (26/2/2024), harga beras IR 64 di Jakarta rata-rata berada di angka Rp 15.418 per kilogram.

Baca juga: Pelaku Jambret Kalung Emas Nenek-nenek di Jatim Lebur Hasil Curian Jadi Batangan, Dijual Tanpa Surat

Masih berdasarkan laman resmi Pemprov DKI tersebut, harga tertinggi jenis beras IR 64 ini ada di Pasar Pademangan Timur yang menyentuh Rp 18.000 per kilogram.

Sementara itu, rata-rata beras Setra I/Premium di Ibu Kota berada di angka Rp 15.926 per kilogram. Harga tertinggi jenis beras ini berada di Pasar Pluit senilai Rp 20.000 per kilogram.

Kondisi kenaikan harga beras ini membuat sejumlah emak-emak “naik pitam”.

Salah satunya ibu rumah tangga (IRT) Umamah (55), yang mengeluhkan harga beras kian melambung tinggi.

Beras langka bagi rakyat kecil sampai dibikin pusing
Beras langka bagi rakyat kecil sampai dibikin pusing (Kompas.com)

Sebab, uang belanja yang diberikan suami hanya bisa membeli beras dua liter saja.

“Saya sebagai emak-emak, berkeberatan banget. Ini dari kemarin naik, sekarang sudah mau masuk puasa dan sebentar lagi Lebaran. Nanti bakal naik lagi,” ujar Umamah saat ditemui Kompas.com di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (26/2/2024), seperti dikutip TribunJatim.com

“Terasa banget naiknya, bikin pusing kepala. Yang biasanya beli beras lima liter, sekarang mah cuma dapat dua liter. Soalnya kan uangnya juga terpakai buat beli minyak dan lain-lain,” lanjutnya.

Sebelum ada kenaikan, Umamah mengaku membeli beras hanya senilai Rp 10.000 - Rp 11.000 per liternya.

“Yang di agen-agen saja sudah naik, apalagi di warung kelontong? Gimana enggak pusing emak-emak,” kata Umamah sambil tertawa.

Baca juga: Menu Diet Cegah Obesitas dan Hipertensi ala WHO Lengkap dengan Pola Hidup Sehat yang Boleh Dicoba

Emak-emak lainnya menceritakan bagaimana harga beras sangat mempengaruhi kondisi keuangan keluarga bahkan anak sampai jadi korban.

Dengan adanya kenaikan beras ini, IRT bernama Suherni (47) terpaksa mengurangi jajan anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Ya enggak sih (kurangi porsi makan buat keluarga), tapi jajan anak jadi dikurangi. Kan kasihan jadinya. Pemerintah mah enak duitnya banyak, lah kita? Boro-boro,” ujar Suherni.

Sebelum ada kenaikan harga beras, Suherni mengaku kerap memberikan jajan anaknya senilai Rp 25.000 setiap harinya.

“Sekarang saya kasih Rp 15.000. Kasihan dia, belum buat ongkos pulangnya. Cuma, ya saya bawakan bekal setiap hari sekarang, biar tambah irit. Ya hitung-hitung belajar hemat juga buat anak,” kata Suherni.

Baca juga: Mendadak Ustaz Solmed Mau Jual Rumah Rp80 M Miliknya yang Sempat Viral, Singgung Soal Pabrik Semen

Sementara itu, seorang pedagang lontong bernama Yuyun (52) juga merasa keberatan dengan kenaikan harga beras beberapa waktu terakhir.

Karena harga beras yang membubung tinggi, Yuyun jadi memikirkan perubahan harga pada satu porsi lontong yang ia jual.

"Mahal banget (harga beras), saya sebagai pedagang lontong kesusahan. Mau dijual berapa itu lontong kalau harga beras naik?" kata Yuyun.

"Kita kan rakyat kecil, tolonglah diperhatikan. Masak mau begini terus, sudah mau puasa lagi. Yang bener saja? Rugi dong," lanjut dia.

Sebagai pedagang lontong yang setiap pagi berjualan di Jalan Kelapa, Kebagusan, ia kini juga bingung memberikan harga satu porsi lontong.

Apabila harga beras terus naik, ia terpaksa memperkecil ukuran lontongnya. Bahkan, ia berkelakar bahwa ukuran lontongnya kelak bisa jadi seukuran makanan ringan untuk anak kecil.

"Kalau mau jual dengan harga yang sama ya, jadinya cuma sedikit lontongnya. Kasihan juga pembeli. Lama-lama ini lontong kayak Momogi kalau beras terus naik," ucap Yuyun.

Stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di Gudang Bulog Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek masih 2,5 ton dan diklaim aman menyambut bulan Ramadan 2024, Minggu (25/2/2024).
Stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di Gudang Bulog Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek masih 2,5 ton dan diklaim aman menyambut bulan Ramadan 2024, Minggu (25/2/2024). (TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra)

Korban lain yang tak kalah mengenaskan adalah Mbah Nursi.

Kisah miris Mbah Nursi diketahui dari video yang memperlihatkan hidup pilu sang nenek hingga viral di media sosial.

Saat ditemui, sang nenek mengaku tak makan dua hari dan hanya makan rebusan daun singkong seadanya.

Tangannya bahkan terlihat gemetar kelaparan saat makan daun singkong.

Tak pelak pengakuan sang nenek tersebut membuat netizen terenyuh dan bersimpati.

Video tersebut viral setelah dibagikan akun Instagram @undercover.id, Senin (26/2/2024).

Dalam video tersebut, mulanya memperlihatkan seorang nenek tengah mengobrol.

Terlihat sang nenek bernama Nursi tersebut sedang menyantap rebusan daun singkong di sebuah mangkok pelastik.

Meski hanya makan rebusan sayur singkong, Mbah Nursi terlihat lahap bak kelaparan.

Tampak tangannya gemetar setiap kali menyantap makanan seadanya tersebut.

Mbah Nursi lalu menceritakan kepiluan yang dialaminya.

Ia mengaku, dirinya sudah dua hari tidak makan nasi karena tak mempunyai beras.

Karena itu dirinya hanya bisa memakan rebusan daun singkong selama ini.

"Sudah dua hari tidak makan, makannya sama daun singkong," kata Mbah Nursi pilu.

Baca juga: Pusing Lihat Banyak Nama Caleg, Mbah Samilah Tewas di Bilik Suara, Suami Bingung Gelagat saat Pagi

Meski tubuhnya sudah begitu renta, Mbah Nursi masih tampak tegar.

Ia hanya bisa pasrah menyantap makanan seadanya tersebut sembari duduk di lantai dapur.

Tak sampai di sana, hal yang lebih memilukannya lagi, ternyata rumah nenek Nursi dalam keadaan lapuk dan bocor.

Atap rumah yang ditinggalinya sudah lapuk dan bisa runtuh kapan saja.

Saat hujan turun, Mbah Nursi menadahkan sebuah baskon agar air hujan yang masuk dari atap tidak membanjiri rumahnya.

Mbah Nursi mengaku, atap di rumahnya tersebut bocor dan sudah hampir lapuk.

Kisah pilu Mbah Nursi sudah dua hari tak makan nasi, cuma kunyah rebusan daun singkong, tinggal di rumah lapuk dan bocor
Kisah pilu Mbah Nursi sudah dua hari tak makan nasi, cuma kunyah rebusan daun singkong, tinggal di rumah lapuk dan bocor (Instagram/undercover.id)

Perekam lalu memperlihatkan tempat tidur Mbah Nursi yang begitu berantakan dengan pakaiannya sehari-hari.

Nenek Nursi diduga hidup sebatang kara.

Dalam keterangan disebutkan, Mbah Nursi bertahan hidup dengan berjualan.

Di usianya yang sudah senja dan waktunya istirahat, Mbah Nursi masih berjibaku mencari nafkah.

Lantaran jika dirinya tidak berjualan, Mbah Nursi tak bisa membayar sewa rumah dan makan sehari-hari.

"Beban hidup nenek nursi sangat berat. Padahal sudah waktunya ia istirahat.

Tapi jika ia berhenti jualan, dari mana ia bisa makan dan bayar sewa rumah," tulis akun Instagram @undercover.id.

Pengunggah juga membuka donasi untuk membantu perekonomian Mbah Nursi.

Baca juga: Mbah Ngatiyem Meninggal Mendadak di TPS, Ambruk setelah Masuk Bilik Suara, Keluarga Angkat Bicara

Kini video kisah pilu Mbah Nursi yang tak makan dua hari tersebut menyita perhatian publik.

Tak sedikit netizen yang terenyuh dengan kisah yang dialami Mbah Nursi.

Bahkan sejumlah netizen pun geram melontarkan kritikan terhadap aparat dan pemerintahan setempat Mbah Nursi tinggal.

Berikut beragam komentar netizen, melansir Tribun Jabar:

muslimah_ilham___88 "Ini yg wajib dpt bansos"

nicko.p.putra "Kasih alamat tempat tinggalnya min"

tiga_jundi "Harusnya beliau menjadi tanggungan negara"

cemara_permata "Itu anaknya kemana? Tetangganya kemana"

deni22sugeha "Hisabmu berat wahai para pemimpin negeri ini kalian bisa tidur nyenyak dgn perut kenyang sementara rakyatmu msh bnyak yg kelaparan"

ratuyoushayesha "Bisa2 nya mikir naikin gaji pejabat, sedangkan yg benar2 membutuhkan saja sampai tak terjamah, wahai para penguasa dan pemimpin, ingat hisab kalian berat nanti"

 

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved