Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Kota Malang

Stabilkan Harga Telur yang Mulai Melonjak, Pemkot Malang Berencana Lakukan Intervensi Pasar

Pemkot Malang akan intervensi pasar untuk menstabilkan harga telur, sebut kenaikan tak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya harga pakan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
M yasin, peternak telur ayam dari Kota Malang, yang merasakan dampak kenaikan harga pangan, Rabu (28/2/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang berencana mengintervensi pasar untuk menekan harga telur.

Rata-rata harga telur di tingkat peternak di Kota Malang melonjak.

Harga di tingkat peternak Rp 27.000 per kg. Sementara pedagang menjual dengan harga Rp 29.000 per kg.

Pj Wali Kota malang, Wahyu Hidayat menyebut, kenaikan harga telur dan daging ayam terjadi tidak hanya disebabkan karena meningkatnya harga pakan ayam saja. Ada beberapa hal yang dilihat pemerintah mengakibatkan kenaikan harga.

“Sarana prasarana peternakan, itu kan tidak hanya pakan saja. Ada beberapa yang jadi satu itu semua naik. Kami sudah diskusi dengan salah satu pemilik, katanya sudah mendapat melalui koperasi SPHP jagung. Kami akan coba memberikan subsidi. Kami akan konsultasi agar bisa menekan harga pakan,” terangnya, Rabu (28/2/2024).

Walau demikian, Wahyu Hidayat mengungkapkan, untuk ketersediaan telur dan daging ayam mencukupi kebutuhan.

Pihaknya pun berencana melakukan langkah intervensi agar harga di pasaran dapat terjaga.

“Stok aman, telur berlimpah. Memang agak naik harganya,” ujarnya.

Wahyu Hidayat telah meninjau dua peternakan ayam yang berada di Kecamatan Kedungkandang. Di peternakan mandiri yang masih tradisional itu, ada populasi sebanyak 9.000 ekor ayam.

Sementara itu, peternakan ayam broiler di Kelurahan Tlogowaru memiliki populasi 42.000 ekor.

Baca juga: Jelang Ramadan 2024, Harga Telur Ayam di Blitar Merangkak Naik, Tembus Rp 30.000 per Kilogram

Peternakan ini merupakan peternakan modern dan menjadi mitra sebuah perusahaan.

Dalam keterangan resmi Pemkot Malang, Wahyu Hidayat menyebutkan terdapat 28 peternakan ayam yang terdiri atas 1 peternakan modern dan 27 peternakan tradisional di Kota Malang. Semuanya memiliki luasan berbeda.

Muhammad Yasin, peternak dari Kelurahan Wonokoyo menyatakan, kenaikan harga telur baru saja terjadi beberapa hari ini.

"Harga telur naik tiga hari lalu, sebelumnya Rp 20.000 menjadi Rp 27.000 per kg,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemicu kenaikan harga telur lantaran harga pakan melonjak.

Harga jagung yang semula Rp 6.700 per kg menjadi Rp 8.000 per kg.

Begitu juga harga pakan lainnya berupa konsentrat, bungkil kacang kedelai dan daging buatan mengalami kenaikan. Formula pakan itu ia beli dari Gresik.

"Kenaikan harga telur ini membuat pasar menjadi kaget apalagi menjelang Ramadan," katanya.

Faktor lainnya yang memicu harga telur naik karena musim hujan membuat ayam rentan terserang penyakit, dan mengakibatkan produksi telur menurun 5 persen.

Bahkan, imbas serangan penyakit beberapa waktu lalu, mendorong ayam terpaksa diafkir sehingga peternak memutuskan mengurangi populasi ayam.

Dampaknya baru dirasakan kini usai produksi telur tidak mencukupi permintaan pasar.

Pilihan untuk menaikkan harga menjadi realistis, karena kondisi yang serba sulit dihadapi peternak.

"Penyebab kenaikan harga karena banyak peternak afkir dini ayam untuk mengurangi kerugian. Mereka menjual ayam yang tidak produktif. Imbasnya sekarang, produksi telur menurun, sementara permintaan pasar meningkat," ucapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved