Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Ponorogo

Insiden Balon Udara di Ponorogo, Bupati Kang Giri Ingatkan Semua Pihak Sadar, Tolong Diingatkan

Insiden Balon Udara di Ponorogo, Bupati Kang Giri Ingatkan Semua Pihak Sadar, Tolong Diingatkan

istimewa
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko prihatin dengan kejadian balon udara 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Beberapa hari terakhir Ponorogo diwarnai kejadian balon udara tanpa awak membawa mercon meletus dan serbuk mercon meledak.

Kejadian balon udara tanpa awak membawa mercon meletus terjadi di area persawahan Dusun Muneng Tengah, Desa Muneng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Kejadian pada Senin (13/5/2024) pagi itu memakan korban. Dimana Ilham Nugroho yang masih duduk di kelas 9 SMPN 1 Balong harus merenggang nyawa karena luka bakar.

Luka bakar itu akibat ledakan balon udara tanpa awak membawa mercon meletus.

Ilham mengalami luka bakar hingga 63 persen dan harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya.

Sedangkan kejadian kedua, serbuk mercon meledak di rumah Lasemi, Dusun Dukuh, Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Selasa (14/5/2024) malam jelang Rabu (15/5/2024) dini hari.

Karena kejadian itu membuat satu pelajar mengalami luka bakar hingga 12 persen. Dan dirawat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo.

Dua kejadian ini mengundang keprihatinan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Baca juga: Nasib Pilu Remaja Korban Balon Mercon Meletus di Ponorogo, Pekan Depan Wisuda, Hafal 1 Juz Al Quran

“Ketika aparat melarang undang-undang tidak boleh. Berarti ada apa-apa,” ungkap Kang Giri—sapaan akrab—Sugiri Sancoko, Jumat (17/5/2024).

Dia menjelaskan pasti ada efek yang menbuat buruk.

Dan kenyataanya di bumi reog, akibat bermain balon udara tanpa awak maupun serbuk mercon meledak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Tapi kok ya masih ada fren. Maka ayo kita merenung bersama-sama. Semua pihak harus sadar. Karena bahanya luar bisa, sampai menimbulkan korban nyawa,” terangnya.

Dia menghimbau agar semua sadar, termasuk kepala desa, tokoh masyarakat, guru serta orang tua.

“Tolong diingatkan anak-anak, kalau hanya suara dor tapi taruhannya nyawa ya tidak baik,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved