Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Kesaksian TKW di Kapal Pesiar, Harus Layani Bos Jika Ingin Naik Pangkat, Gaji 7 Bulan Pernah Dicuri

Kesaksian Tenaga Kerja Wanita atau TKW yang bekerja di kapal pesiar pun viral. Rupanya semua tak seindah yang dibayangkan.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
YouTube Dian Tias
Kesaksian TKW di Kapal Pesiar, Harus Layani Bos Jika Ingin Naik Pangkat, Gaji 7 Bulan Pernah Dicuri 

TRIBUNJATIM.COM - Fakta kehidupan TKW di kapal pesiar terungkap.

Kesaksian Tenaga Kerja Wanita atau TKW yang bekerja di kapal pesiar pun viral.

Rupanya semua tak seindah yang dibayangkan.

Seorang TKW melalui tayangan YouTube dengan nama akun Dian Tias membeberkannya.

Secara gamblang Dian Tias membongkar kehidupan yang sesungguhnya di kapal pesiar.

Dilansir dari tayangan YouTube Dian Tias (28/5/2024) dia mengaku telah menjadi salah satu kru kapal pesiar di Jerman.

Selama bekerja Dian Tias mengaku mendapatkan jam kerja yang begitu berbeda dengan kerja kantoran biasa.

"Di kapal pesiar itu jam kerjanya gak pasti" ucap Dian Tias, dikutip dari TribunnewsMaker.

Menurut dirinya, jam kerja di kapal pesiar yang ditempatinya minimal 10 jam per hari.

Namun, kalau saat ada event jam kerja bisa lebih dari 13 jam per hari.

Baca juga: Sosok TKW Penemu Tas Jemaah Haji Isi Uang Rp15 Juta yang Hilang di Masjid Nabawi, Kronologi Dikuak

Selain itu, fakta mencengangkan lainnya adalah soal pergaulan.

Di dalam kapal pesiar, menurut Dian Tias pergaulannya begitu bebas.

Bahkan, gonta-ganti pasangan hal yang biasa di dalam kapal pesiar.

Menurut Dian, banyak dari seniornya menilai jika menjadi pelaut wanita cepat naik pangkat.

"Gampang naik kelas karena pelaut cewek biasanya gampang deketin bos,"

"jadi mereka bisa naik cepet, asal mau pacaran sama bos atau atasan," ungkap Dian.

Baca juga: Curhat TKI Kerja Jadi Tukang Cuci Piring Digaji Rp15 Juta Seminggu, Sebut Tak Seperti Negeri Dongeng

Fakta ini tentu menjadi hal yang belum diketahui oleh banyak orang awam.

Selain itu menurut Dian Tias, kerja di kapal pesiar juga banyak drama.

Drama dalam dunia kerja memang hal yang kerap dijumpai di mana pun.

Namun, ada satu hal yang membuat orang harus berpikir dua kali untuk bekerja di kapal pesiar.

Menurut Dian Tias, di kapal pesiar tingkat kriminalitas pun cukup tinggi.

Bahkan Dian Tias mengaku jika temannya pernah kehilangan gaji selama 7 bulan dicuri orang.

Saat itu gaji masih berupa uang cash yang diberikan kepada kru kapal.

"7 bulan gaji hilang semuanya" ucap Dian menirukan cerita temannya.

Namun kini gaji para pekerja di kapal pesiar sudah menggunakan ocean pay atau semacam kartu ATM.

Sebelumnya, curhat TKI digaji Rp 15 juta dalam seminggu menjadi viral di media sosial.

Tenaga Kerja Indonesia atau TKI itu bekerja di Australia.

Ia menjadi tukang cuci piring dengan gaji besar.

TKI itu bernama Victor.

Victor membagikan pengalamannya sebagai TKI di Australia lewat laman YouTube Channel Victor Ta.

Ia blak-blakan mengungkap gaji fantastis yang ia dapatkan sebagai tukang cuci piring.

Baca juga: Curhat TKW Ayu Pratika, Ada Perintah Tak Biasa saat Majikan Arab Saudi Berpesta, Mulut Sampai Pegal

Dikatakan Victor, ia mengatakan saat ini bekerja menjadi seorang kitchen hand atau yang menjaga area dapur dari sebuah restoran agar terus tetap bersih dan rapi.

"Aku kerja sebagai kitchen hand.

Kerjaan aku itu cuci piring, rapihin dapur dan lain sebagainya," ujar Victor.

Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh karyawan pemula yang bekerja di industri makanan seperti restoran.

Victor mengatakan pekerjaannya tidaklah mudah.

"Jangan teman-teman kira kerjanya berarti enak-enak aja, indah seperti di negeri dongeng, enggak," ujarnya, melansir dari TribunnewsMaker.

Ia pun dituntut untuk terus disiplin dan mematuhi peraturan.

Karena pekerjaannya tak mudah, Victor pun mengatakan kerja di Australia bisa digaji Rp 50 juta sebulan.

Baca juga: Cari Kerja TKW, Wanita Blitar Ditiduri Duda Beranak 3, Pelaku Hamili Biar Korban Tak Berangkat

"Emang benar ya kak kalau misalnya kerja di Australia itu bisa dibayar Rp50 juta per bulannya? Jawabannya ya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan gaji di Australia diberikan dalam waktu seminggu.

Karena itu, ia dapat menghasilkan uang sekitar Rp15 juta.

"Karena aku per minggu pun bisa sampai Rp15 juta," ujarnya lagi.

Meski gajinya tinggi, namun biaya hidup di Australia juga terbilang tinggi.

"Tapi jangan lupa, biaya hidup di Australia juga nggak kalah tingginya.

Pajak yang dibayar ke pemerintah juga tinggi.

Jadi jangan sampai termakan hoax yang share indah-indahnya aja," ungkapnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved