Berita Ponorogo

Hobi yang Dibayar, Pria Ponorogo Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Ternak Burung Perkutut

Ismail Gambir, warga Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tak menyangka bahwa hobi memelihara burung menghasilkan cuan

TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
Ismail Gambir, warga Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tak menyangka bahwa hobi memelihara burung menghasilkan cuan. 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ismail Gambir, warga Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tak menyangka bahwa hobi memelihara burung menghasilkan cuan. 

Tak main-main, setiap bulan dia menghasilkan jutaan minimal. Dan bisa sampai menghasilkan ratusan juta dari burung perkutut.

Bagaimana kisahnya?

Saat ditemui di rumahnya di Lingkungan Mayak, Kelurahan Tonatan, Ismail tengah sibuk. Dia memindah burung perkutut dari dalam dibawa keluar untuk dijemur. 

Tak lama, pria berusia  55 tahun memberi makan 200 an perkutut yang tengah dibudidaya. Rutinitas pagi ininterkus dilajukan oleh Ismail.

Tidak hanya memberi makan dan menjemur. Juga setiap pekan, ada jadwal memandikan ratusan burung perkutut secara bergantian.

Baca juga: Resign Kerja Percetakan, Pria di Kota Blitar Raup Omzet Menggiurkan Berkat Ternak Burung Kenari

“Setiap pagi begini sih. Berawal dari hobi, yang akhirnya dibayar,” ungkap Ismail sambil berkelakar kepada wartawan Tribunjatim.com,  Sabtu (1/6/2024).

Dia berkisah hobi awalnya adalah memelihara burung berkicau. Karena bosen dengan memelihara burung berkicau. Hingga banting stir ke burung perkutut pada tahun 2017 lalu.

“Sekarang banyak yang membudidaya burung perkutut. Ada sedikit penurunan memang. Tetapi ya masih ada yang mencari,” kisah Ismail,

Dia mengaku burung yang dipeliharanya tidak sekedar burung perkutut ecek-ecek. Paling rendah harga burungnya kisaran ratusan ribu rupiah.

“Paling tinggi Rp 3,5 juta. Kalau berbicara omset saya pernah memgantongi Rp 100 juta per bulan hingga lebih. Terutama waktu covid lalu,” bebernya.

Baca juga: Potret Elon Musk Celingak-celinguk, Bingung Lihat Gerombolan Burung Gereja di Bali, Dikira Drone?

Dia menjelaskan bahwa memelihara burung perkutut lebih simpel. Dimana pakan yang disiapkan hanya biji-bijian, tidak menggunakan pakan hewan.

“Mandi juga hanya sepekan sekali. Plus jamu saja. Peliharaanya mudah, lakunya cepat juga,” paparnya.

Menurutnya, saat ini ada 58 kandang. Berarti ada 58 ondukan. Total ada 300 an burung perkutur yang dipelihara. “Awalnya hanya 10 ekor. kalau sudah dapat apa? Rahasia,” pungkasnya sambil tertawa.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved