Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kisah Pria 5 Tahun Tinggal di Toilet Umum Bersama Istri & Anaknya, Rela Tidur di Kloset Sempit

Kisah Udin bersama istri dan anak-anaknya tinggal di toilet umum membuat miris.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
DEFRIATNO NEKE via Kompas.com
Kisah pria di Sulawesi Tenggara sudah lima tahun tinggal di water closet atau toilet umum bersama anak dan istrinya 

Kemudian di bagian atas pembatas toilet ditutup dengan tripleks sehingga dijadikan ruang utama.

"Anak-anak tidurnya di ruang utama ini. Kalau saya dan istri di dalam kamar," ujar Udin, mengutip Kompas.com.

Udin menjelaskan, sebelumnya, ia bersama anak dan istrinya tinggal di gubuk di tepi laut milik keluarganya.

Namun karena rumahnya sudah mau roboh diterjang angin kencang, Udin yang saban harinya hanya bekerja sebagai buruh bangunan ini akhirnya memilih tinggal di toilet umum.

Seorang pria, Udin, warga Desa Kancinaa, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, sudah lima tahun tinggal di water closed atau toilet umum bersama anak dan istrinya, ia mengaku memilih tinggal di toilet umum karena tidak memiliki rumah
Seorang pria, Udin, warga Desa Kancinaa, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, sudah lima tahun tinggal di water closed atau toilet umum bersama anak dan istrinya, ia mengaku memilih tinggal di toilet umum karena tidak memiliki rumah (DEFRIATNO NEKE via Kompas.com)

Apalagi toilet umum tersebut sudah lama tidak digunakan warga.

Lantaran semua warga sudah mempunyai toilet masing-masing dalam rumahnya.

"Jadi saya minta izin sama kepala desa untuk tinggal di sini (toilet), dan diizinkan dan lahan ini juga milik mertua," ucapnya.

Selain sudah tinggal selama lima tahun di toilet umum tersebut, Udin juga mengaku kesulitan karena ruangannya yang sempit.

Udin kini hanya berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan untuk tempat tinggal yang layak.

Baca juga: 9 Potret Rumah Adit Direnovasi, Bocah Kediri Viral Putus Sekolah Demi Rawat Orang Tua Sakit Stroke

Kisah serupa juga dialami seorang sopir di Jakarta memilih tidur di angkot yang tiap hari dibawanya karena tidak sanggup menyewa kontrakan.

Pekerjaan sebagai sopir angkot kini tak bisa menjamin kehidupan Amsori (69) di Jakarta. 

Untuk mengontrak rumah saja, pendapatan Amsori kini tak lagi cukup.

Berbeda dari dulu, Amsori mengatakan, pendapatannya kali ini hanya cukup untuk makan saja.

"Saya asli Pemalang, saya merantau keluarga di kampung. Saya dulu mengontrak di Jalan Ende, Tanjung Priok," ucapnya.

"Tapi untuk sekarang, saya tidak kuat mengontrak," kata Amsori saat diwawancarai oleh Kompas.com di Terminal Tanjung Priok, Rabu (22/5/2024).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved