Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kisah Pria 5 Tahun Tinggal di Toilet Umum Bersama Istri & Anaknya, Rela Tidur di Kloset Sempit

Kisah Udin bersama istri dan anak-anaknya tinggal di toilet umum membuat miris.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
DEFRIATNO NEKE via Kompas.com
Kisah pria di Sulawesi Tenggara sudah lima tahun tinggal di water closet atau toilet umum bersama anak dan istrinya 

Selain itu, Amsori juga memiliki banyak teman yang siap membantunya apabila terkena aksi kejahatan.

Baca juga: Tidur di Bawah Pohon, Mbah Mael Cuma Beralaskan Kayu & Beratapkan Karung, Makan dari Belas Kasihan

Bagi Amsori, pendapatannya menarik angkot di tahun-tahun sebelumnya cukup menjanjikan.

"Saya dulu, bisa menyekolahkan anak masuk pesantren, bantu anak nikah," terang Amsori.

Bahkan Amsori bisa merenovasi rumah peninggalan orang tuanya berkat hasil menarik angkotnya di kawasan Tanjung Priok.

Namun setelah putri sulungnya menikah di tahun lalu, Amsori merasa, pendapatan menarik angkot justru menurun dratis.

Uang hasil menarik angkotnya seringkali hanya cukup untuk membeli bensin dan membayar setoran sewa.

"Bensin Rp200.000 sehari, ama setoran Rp170.000 berarti kan hampir Rp 400.000?"

"Lah, kalau kita enggak dapat sampai Rp500.000, ya enggak dapat uang," ujar Amsori.

Bahkan terkadang, pendapatan menarik angkot Amsori juga tak cukup untuk bayar setoran.

Saat ditemui Kompas.com, Amsori mengaku sudah lima hari tidak mampu membayar setoran akibat penumpang sepi.

"Sering enggak dapat Rp50.000 aja, terkadang sama sekali enggak dapat, saya lima hari belum setoran," katanya.

Amsori (69), seorang sopir angkot di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidur di angkot karena tak mampu sewa kontrakan
Amsori (69), seorang sopir angkot di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidur di angkot karena tak mampu sewa kontrakan (via TribunTrends.com)

Selain kesulitan mengontrak rumah dan membayar setoran, sepinya penumpang juga membuat Amsori bingung untuk membeli makan.

Amsori selama ini sudah mengirit biaya pengeluaran untuk makan.

Dia mengaku, dalam satu hari harus mengeluarkan uang sebesar Rp45.000 untuk tiga kali makan dengan lauk sederhana beserta minum.

Di tengah kondisinya yang sedang sulit dan usia yang tak lagi muda, Amsori masih memiliki tanggungan di kampung halamannya.

Selain istri, ada anak bungsu Amsori yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah.

"Itu anak saya, masih kelas tiga SMP. Yang satu lagi sudah menikah, saya sudah punya cucu," terang Amsori.

Sadar putri sulungnya sudah berumah tangga, Amsori dan istri tak mau menuntutnya ikut membiayai adiknya sekolah.

Kini istri Amsori juga berusaha membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai pelayan warteg di Pemalang.

Sulitnya menjalani kehidupan di Jakarta tak membuat Amsori putus semangat mencari nafkah untuk keluarga.

Bahkan Amsori tak memberitahu sang istri bahwa dirinya tak lagi tinggal di rumah kontrakan.

"Sedih banget, mungkin kalau istri saya lihat dia enggak tega. Selama saya di Jakarta, paling sengsara saya di tahun 2024 akhir-akhir ini," ucap Amsori.

Amsori berharap, penumpangnya bisa ramai kembali, sehingga ia tidak lagi menunggak membayar sewa angkot dan bisa mencukupi kebutuhan keluarganya seperti dulu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved