Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Blitar

Cerita Susanto Pria di Blitar Selama 1 Dekade Tekuni Salon Sapi, Bisa Menguntungkan Penjual

Sejak puluhan tahun, Dwi Susanto (50), menekuni bisnis salon sapi di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Samsul Hadi
Dwi Susanto (50), pemilik salon sapi sedang memotong tanduk sapi menggunakan gergaji di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar, Senin (10/6/2024). 

"Tiap pasaran Pon dan Legi, saya buka salon sapi di Pasar Sapi Dimoro. Tarif salon sapi variasi, kalau sapinya kecil hanya Rp 30.000, tapi kalau sapinya besar Rp 50.000," katanya.

"Salon sapi biasanya yang dirapikan tanduk dan kuku. Kalau tanduk dan kuku tarifnya Rp 70.000," lanjutnya.

Biasanya, kata Susanto, jumlah pelanggan salon sapi meningkat di momen menjelang Hari Raya Idul Adha.

Banyak peternak maupun pedagang yang membawa sapinya ke salon sebelum dijual ke pelanggan.

"Hari ini tadi, saya sudah mendapatkan 15 ekor sapi. Saya buka mulai pagi sampai pukul 12.00 WIB," ujarnya.

Menurutnya, para peternak dan pedagang membawa sapinya ke salon sapi agar terlihat lebih muda dan bagus.

Selain itu, salon sapi juga bermanfaat untuk kesehatan dan kenyamanan sapi.

"Sapi yang selesai dibawa ke salon, harga jualnya juga lebih tinggi. Keuntungannya bisa naik Rp 500.000 sampai Rp 1 juta," katanya.

Pelanggan salon sapi, Sumani mengatakan membawa sapinya ke salon agar terlihat lebih muda dan cantik.

Menurutnya, tanduk sapi yang sudah panjang dipotong dan dirapikan membuat sapi terlihat lebih muda dan segar.

"Kalau disalonkan, harga jual sapi juga bisa naik. Misalnya, kalau belum disalonkan harga sapi Rp 14 juta, setelah disalonkan harganya bisa Rp 15,5 juta," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved